Belanda Selamat dari Gelombang Ketiga COVID-19, tetapi Tidak Berani Longgarkan Penguncian

Belanda Selamat dari Gelombang Ketiga COVID-19, tetapi Tidak Berani Longgarkan Penguncian
Polisi memblokir jalan saat berlangsung unjuk rasa menentang pembatasan yang diterapkan, untuk menekan laju sebaran virus corona (COVID-19) di Rotterdam, Belanda, Selasa (26/1/2021). Foto: ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/HP/djo

jpnn.com, AMSTERDAM - Belanda batal melonggarkan penguncian COVID-19 lebih lanjut sampai setidaknya 18 Mei karena infeksi virus corona masih tinggi dan rumah sakit sedang mati-matian menangani sejumlah besar pasien COVID-19, kata pemerintah pada Sabtu (1/5).

"Kita melewati puncak gelombang ketiga. Tetapi penurunan (tingkat infeksi) belum cukup kuat," kata Menteri Kesehatan Hugo de Jonge di Twitter.

Belanda melonggarkan sedikit penguncian COVID-19 pekan lalu, saat pembatasan jam malam dihapus dan bar serta restoran yang masih tutup sejak pertengahan Oktober diperbolehkan melayani porsi kecil makan di luar mulai siang hingga pukul 18.00 waktu setempat.

Sejumlah kecil penonton juga diizinkan menghadiri konser, pertunjukan teater, dan pertandingan sepak bola dalam beberapa pekan terakhir dalam upaya untuk melihat bagaimana acara dapat dibuka kembali secara aman.

Berikutnya, tempat kebugaran, kebun binatang, dan taman hiburan akan dibuka kembali pada 11 Mei, kata pemerintah bulan lalu, tetapi kini ditunda hingga setidaknya sepekan.

Jumlah pasien COVID-19 ICU di Belanda dalam beberapa pekan terakhir melonjak ke angka tertinggi selama setahun saat infeksi COVID-19 melambung ke level terakhir yang dilihat pada awal tahun.

Hingga Jumat, 2.706 pasien COVID-19 di negara berpenduduk 17 juta itu dirawat di rumah sakit, dengan 807 pasien membutuhkan perawatan ICU.

Sejak pandemi mewabah, tercatat sekitar 1,5 juta infeksi COVID-19 terkonfirmasi di Belanda, dengan 20.000 korban meninggal. (ant/dil/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

Belanda batal melonggarkan penguncian COVID-19 lebih lanjut sampai setidaknya 18 Mei karena infeksi virus corona masih tinggi dan rumah sakit

Sumber Antara