BEM SI Kecam Aksi Polisi Geledah Peserta Aksi Geruduk Istana
jpnn.com, JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang menggelar unjuk rasa di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (20/10/2023) mengecam aksi aparat yang menggeledah para calon peserta aksi.
Menurut siaran pers BEM SI, penggeledahan itu dilakukan di beberapa titik, salah satunya Stasiun Gondangdia di Jakarta Pusat.
Banyak peserta aksi yang bergerak menuju lokasi unjuk rasa dalam rangka mengevaluasi 9 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menggunakan kereta rel listrik (KRL).
Dari Stasiun Gondangdia, para mahasiswa tinggal berjalan kaki ke lokasi aksi.
"Terjadi penggeledahan oleh aparat di beberapa titik, salah satunya di Stasiun Gondangdia,” demikian bunyi pernyataan BEM SI yang juga menyertakan tagar #JagaKawan itu.
Menurut BEM SI, aparat tidak punya wewenang menggeledah barang pribadi para mahasiswa yang akan mengikuti aksi. Oleh karena itu, BEM SI juga meminta mahasiswa peserta aksi berani menolak jika digiring ke mobil aparat.
Saat ini terdapat dua mahasiswa peserta aksi bertitel Geruduk Istana itu yang ditangkap polisi. Keduanya merupakan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang mengikuti aksi tanpa mengenakan jaket almamater.
Koordinator Media BEM SI Ragner Angga menyatakan unjuk rasa tersebut untuk mengkritisi Presiden Jokowi yang menunjukkan gelagat berupaya melanggengkan kekuasaan.
Siaran pers BEM SI menyatakan polisi melakukan penggeledahan terhadap para mahasiswa yang akan mengikuti aksi unjuk rasa di Patung Kuda, Jakarta Pusat.
- BEM SI Beri Catatan soal Perkara Febrie Adriansyah
- Ogah Ikut-ikutan Isu Viral, Kelompok Mahasiswa Tolak Demo 27 Agustus
- Munas BEM SI 2026 Tetapkan Andira Yofi Sulendra sebagai Koordinator Pusat
- Eks Koordinator BEM SI Dukung Prabowo Tuntaskan Kasus Eks Jampidsus
- Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi, BEM SI Ingatkan Tidak Boleh Ada Intervensi
- Begini Janji Yusril Setelah Mendengar Tuntutan BEM SI
JPNN.com




