Bencana Kelaparan Meningkat, Sekjen PBB: Umat Manusia Gagal

Bencana Kelaparan Meningkat, Sekjen PBB: Umat Manusia Gagal
Asip foto - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memberi isyarat saat berbicara selama pembukaan Konferensi Kelautan PBB 2022 di Lisbon, Portugal, 27 Juni 2022. ANTARA/REUTERS/Pedro Nunes/pri.

jpnn.com, NEW YORK CITY - Sekjen PBB Antonio Guterres, dalam pengantar "Laporan Global tentang Krisis Pangan" terbaru, menyebutkan bahwa kondisi kerawanan pangan di dunia saat ini merupakan dakwaan yang tajam atas kegagalan umat manusia untuk mengakhiri kelaparan.

Betapa tidak, dalam laporan yang ditulis Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) itu menyebutkan bahwa pada 2022, terdapat sekitar 258 juta orang di 58 negara yang menghadapi kerawanan pangan akut pada tingkat krisis atau tingkat yang lebih buruk.

Angka tersebut juga dilaporkan meningkat dari setahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 193 juta orang di 53 negara.

Bahkan, laporan dari FAO tersebut juga menyebutkan bahwa jumlah kerawanan pangan akut meningkat selama empat tahun berturut-turut.

Dalam laporan yang diluncurkan pada 3 Mei 2023 tersebut, Guterres menilai bahwa adanya kondisi lebih dari seperempat miliar orang pada saat ini menghadapi tingkat kelaparan akut, dan beberapa berada di ambang kelaparan, merupakan hal yang "tidak masuk akal".

Berdasarkan informasi dari situs resminya, FAO telah mulai memberikan laporan mengenai kondisi kelaparan di dunia sejak tahun 1974, atau hampir setengah abad yang lalu.

Sedangkan sesuai dengan sejumlah mandatnya, FAO berupaya untuk mengentaskan kelaparan, kerawanan pangan dan semua bentuk malnutrisi di berbagai belahan penjuru dunia.

Kelaparan itu sendiri diberikan makna, masih menurut situs resmi FAO, sebagai sensasi fisik yang tidak nyaman atau menyakitkan yang disebabkan konsumsi energi makanan yang tidak memadai.

Konflik antara Rusia dan Ukraina memang tidak dipungkiri telah berkontribusi terhadap potensi terjadinya kerawanan pangan global

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News