Berkunjung di Pesantren Jibril di Lotim

Berkunjung di Pesantren Jibril di Lotim
Berkunjung di Pesantren Jibril di Lotim
Tafaul tidak tahu persis bagaimana keadaan sang keponakan selanjutnya. Karena jarang bertemu, komunikasi hanya dilakukan via telepon dan kadang-kadang bertemu saat Lebaran.Sejak kecil M Jibril sekolah di Malaysia. Setelah selesai dia kembali ke Jakarta dan membuka situs Arrahmah.com serta menerbitkan Jihad Magazine. "Situs inilah yang oleh kepolisian diduga menjadi sumber dana para teroris di Indonesia," katanya terlihat kesal.

   

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi komunikasi dan informasi membuat berita penangkapan M Jibril telah tersebar luas ke seluruh Indonesia, termasuk ke Dusun Tirpas. Dusun kecil di daerah timur Pulau Lombok itu merupakan tanah kelahiran M Jibril.

   

Karena itu, tak heran jika saat Lombok Post berkunjung, masyarakat sekitar rumah kediaman keluarga M Jibril tak ada yang mempertanyakan. Mereka seolah sudah tahu bahwa yang datang itu adalah wartawan. Sebab, sebelumnya juga tidak sedikit orang yang datang dengan ciri-ciri yang sama. Selalu ada yang membawa kamera dan peralatan jurnalistik lainnya. "Lihat-lihat ada wartawan yang datang," kata Jamal salah seorang pemuda di Tirpas.

   

Kondisi masyarakat sekitar ponpes maupun rumah keluarga M Jibril tidak ada yang khusus atau spesifik. Kegiatan selalu sama seperti hari-hari biasanya. Masyarakat juga beraktivitas sesuai kebiasaan masing-masing. Ada yang berkebun, bertani, dan berladang, serta anak-anak yang terlihat bersekolah. Hanya kebetulan bertepatan dengan Ramadan, aktivitas masyarakat sangat jarang terlihat di siang hari. Hanya terlihat beberapa di antaranya yang melintas dengan busana muslim, serta beberapa anak-anak yang sedang bermain tidak mengerti apa-apa.

   

Muhammad Jibril adalah putra pertama Abu Jibril, pendiri Pondok Pesantren Islam Daarusy Syifaa" di Dusun Tirpas, Desa Korleko, Kecamatan Labuhan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News