Besarkan Pabrik Dulu, Baru Dirikan Museum

Besarkan Pabrik Dulu, Baru Dirikan Museum
Foto: Ist/Jawa Pos

”Batik itu termasuk koleksi paling istimewa di museum ini,” ujar Santosa ketika ditemui di sela-sela persiapan perayaan Hari Batik Nasional dan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-47 Danar Hadi di Solo Sabtu lalu (20/9). Hari Batik jatuh pada 2 Oktober nanti, sedangkan ulang tahun Danar Hadi pada 26 September lusa.

Santosa mengaku mulai menyenangi batik ketika usianya baru 15 tahun. Dan kesenangan itu sampai sekarang tidak pernah pudar.

”Saya tidak pernah bosan-bosannya menyenangi batik. Hampir seluruh hidup saya untuk batik,” tambah pengusaha yang tidak sempat menamatkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung karena memilih berfokus mengembangkan usaha batiknya tersebut.

Bagi Santoso, museum menjadi cara tersendiri untuk menuangkan kecintaannya kepada batik. Sebab, dengan museum itu, dia bisa tetap memandangi koleksi batik kesayangannya sekaligus dapat melestarikan khazanah kekayaan budaya Nusantara tersebut.

Selain membuat museum, Santosa telah menerbitkan buku perkembangan batik buah pikirannya. Yakni Batik: Pengaruh Zaman dan Lingkungan (terbit 15 tahun silam) dan The Glory of Batik yang terbit pada 2011. Dengan buku itu dia ingin mencatat sejarah batik dari masa ke masa.

Suami Danarsih tersebut mengatakan, setiap waktu batik harus berkembang. Dan perkembangannya sangat bergantung pada upaya yang dilakukan para pemangku kepentingan di dunia batik.

”Saya mempertahankan batik dengan terus mengembangkan desain terbaru. Desain batik itu seperti air mengalir, tak ada habisnya,” ucap dia perlahan.

Sepanjang perjalanan menggeluti batik, Santosa mengingat bahwa masa paling gamang terjadi sekitar 1972. Saat itu dia kesulitan untuk mendapatkan bahan baku di pasar. Semakin sedikit orang yang menjual kain mori (kain putih untuk membuat batik). Padahal, pabrik harus terus beroperasi.

AROMA bunga setaman menguar begitu memasuki Museum Batik, Jalan Brigjen Slamet Riyadi, Solo. Aroma itu berasal dari mangkuk-mangkuk kecil berisi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News