Rabu, 17 Juli 2019 – 12:06 WIB

BI Catat Remitansi TKI Tembus USD 5,03 Miliar

Sabtu, 11 Desember 2010 – 03:03 WIB
BI Catat Remitansi TKI Tembus USD 5,03 Miliar - JPNN.COM

JAKARTA - Predikat Pahlawan Devisa sepertinya memang layak disematkan untuk para Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Pasalnya, setiap tahun, miliaran dolar (USD) devisa hasil kerja para TKI di luar negeri, mengalir ke Indonesia.

Kepala Biro Humas BI Difi A. Johansyah mengatakan, berdasar data BI, jumlah uang yang dikirim oleh TKI dari luar negeri ke Indonesia (remitansi) menunjukkan tren yang terus meningkat. "Tahun ini, hingga September sudah menembus angka USD 5,03 miliar (sekitar Rp 45,27 triliun)," ujarnya melalui email yang diterima Jawa Pos kemarin (9/12).

Menurut Difi, nilai tersebut berarti naik 2,44 persen dibandingkan dengan periode sama 2009 yang sebesar USD 4,91 miliar. "Data-data remitansi ini menunjukkan peran penting TKI dalam mendukung perekonomian nasional," katanya.

Data BI menunjukkan, setiap triwulan, jumlah remitansi yang dikirim TKI juga menunjukkan peningkatan. Tercatat, pada triwulan I 2010, jumlah remitansi yang dikirim TKI sebesar USD 1,65 miliar, kemudian naik pada triwulan II 2010 menjadi USD 1,67. "Pada triwulan III 2010, angkanya kembali naik hingga mencapai USD 1,69 miliar," sebutnya.

Dari sisi negara asal remitansi, Malaysia masih menempati urutan pertama. Hingga akhir September lalu, remitansi yang dikirim TKI dari Negeri Jiran tersebut mencapai USD 1,72 miliar, disusul Arab Saudi dengan nilai USD 1,70 miliar, kemudian Taiwan sebesar USD 338,64 juta, dan Hongkong sebesar USD 336,82 juta.

Difi mengatakan, selama ini masih banyak orang beranggapan bahwa keberadaan TKI hanya di negara-negara yang selama ini dikenal sebagai negara-negara "importir" TKI seperti Arab Saudi, Malaysia, Singapore, Hong Kong, dan Taiwan. Pada kenyataannya, lanjut dia, TKI saat ini tersebar diberbagai negara yang bahkan barangkali tidak pernah diduga sebelumnya. "Misalnya, Sudan, Cyprus dan beberapa Negara di Afrika serta Eropa," terangnya.

Namun demikian, negara-negara seperti Arab Saudi dan Malaysia masih menjadi pasar terbesar bagi TKI. Tahun ini saja, hingga akhir September, jumlah TKI yang dikirim ke Arab Saudi mencapai 181.755 orang atau yang terbanyak, disusul Malaysia dengan penempatan sebanyak 89.698 orang, kemudian Taiwan sebanyak 41.233 orang.

"Total hingga September, ada 427.681 orang TKI yang dikirim ke berbagai negara. Yang menarik, jika tahun 2009 lalu tidak ada TKI yang dikirim ke Eropa, maka tahun ini ada 111 orang TKI yang dikirim ke Perancis," paparnya.

Dengan besarnya tenaga kerja yang terserap melalui TKI dan besarnya remitansi yang dikirim TKI, BI berharap agar pemerintah bisa menjaga kontinuitas dan meningkatkan peran TKI, bukan hanya aspek kuantitas saja yang meningkat, tetapi juga kualitas dari para TKI yang semakin baik dan mampu memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja di luar negeri. Tentunya dengan dibarengi juga aspek penting perlindungan TKI di luar negeri.

Hal tersebut, lanjut Difi, menjadi semakin signifikan dalam rangka mengantisipasi berbagai perkembangan global pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif, setidaknya yang dalam waktu tidak terlalu lama akan tercermin pada penerapan komitmen Asean Economic Community (AEC) pada tahun 2015.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas TKI adalah dengan memberikan pelatihan yang memadai. Selama ini, banyak calon TKI kesulitan mendapatkan dana untuk pelatihan, karena itulah pemerintah menyiapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar calon TKI bisa mendapatkan pelatihan yang memadai. "Dengan begitu, kualitas TKI kita akan meningkat," ujarnya. (owi)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar