Bicara Pasar Tradiosional, APPSI: Jokowi Jangan Tipu-tipu

Bicara Pasar Tradiosional, APPSI: Jokowi Jangan Tipu-tipu
Bicara Pasar Tradiosional, APPSI: Jokowi Jangan Tipu-tipu

jpnn.com - JAKARTA - Perhatian calon presiden (capres) PDI Perjuangan (PDIP) Joko Widodo alias Jokowi terkait kondisi pasar tradisional di Indonesia dinilai hanya sekedar janji di bibir.

Pasalnya, penataan pasar tradisional di Jakarta sendiri belum menunjukkan kemampuan berarti selama di bawah kepemimpinan Jokowi.

Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran pun mengkritisi pernyataan Jokowi soal keadaan pasar tradisional Indonesia yang sekitar 90 persen kondisinya kumuh.

"Kalau cuma begitu, enggak usah diomongin sekarang. Saya sudah bilang dari 12 tahun lalu dan sampai sekarang belum ada perubahan," kata Ngadiran kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/5).

Ia mengungkapkan, APPSI telah melakukan kontrak politik dengan Jokowi melalui penandatangan pakta integritas. Kesepakatan menyebutkan bahwa Jokowi akan melakukan perbaikan pasar tradisional di Jakarta dengan menggunakan dana APBD DKI Jakarta jika terpilih sebagai gubernur DKI Jakarta.

Namun, Ngadiran mengaku hal tersebut belum direalisasikan hingga saat ini. Adapun renovasi pasar tradisional Lenteng Agung dan Gondangdia, izin pembangunannya diterbitkan di era gubernur sebelum Jokowi yakni Fauzi Bowo alias Foke.

"Jokowi memang akan membangun atau memperbaiki lima pasar tradisional. Tapi itu dananya dari hibah pengembang yang dapat proyek pembangunan Pasar Benhil. Artinya kan tidak sesuai pakta integeritas yang ditandatangani. Jokowi jangan tipu-tipu lah," tegasnya.

Seperti diberitakan, Jokowi mengatakan bahwa pasar tradional sebagai tonggak perekonomian, 90 persen kondisinya masih kumuh, becek, dan bau. Hal ini dikatakankannya saat menyambangi Pasar Cipeundeuy, Subang pada Minggu (18/5) kemarin.

JAKARTA - Perhatian calon presiden (capres) PDI Perjuangan (PDIP) Joko Widodo alias Jokowi terkait kondisi pasar tradisional di Indonesia dinilai

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News