Bielsa Dihantui Kegagalan 2002

Bielsa Dihantui Kegagalan 2002
LATIH - Para pemain Cile di bawah pengawasan Marcelo Vielsa, menjalani latihan di Nelspruit, Sabtu (26/6), jelang laga lawan Brazil hari ini. Foto: AFP Photo/Martin Bernetti/FIFA.com.
JOHANNESBURG - Marcelo Bielsa merupakan otak di balik kegagalan Argentina bersinar di Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Terjun sebagai salah satu favorit juara, Juan Sebastian Veron dkk bernasib tragis dengan gagal lolos dari fase grup. Tango - sebutan Argentina - kalah dari Inggris, imbang dengan Swedia, dan hanya menang tipis 1-0 atas Nigeria.

Kegagalan itu cukup mencederai reputasi Bielsa sebagai pelatih papan atas. Meski akhirnya dia mampu membawa tim U-21 Argentina merebut medali emas Olimpiade 2004, dia tidak berani lagi menangani timnas. Baru tiga tahun lalu dia bersedia menerima tugas sebagai pelatih timnas Cile. Kini, ketika Cile menghadapi fase knockout Piala Dunia, kenangan delapan tahun lalu kembali menghantui.

"Ya, memang kadang-kadang masih teringat, dan itu cukup memalukan," tutur Bielsa, seperti dikutip AFP. "Tapi delapan tahun telah berlalu, dan saya menangani tim yang sama sekali berbeda," lanjutnya.

"Kalau dari saya sendiri, rasanya tidak ada perubahan apa-apa. Kecuali, tentu saja, saya lebih tua sekarang. Kesehatan dan karakter saya sepertinya lebih jelek daripada dulu," imbuh Bielsa dengan nada bercanda.

JOHANNESBURG - Marcelo Bielsa merupakan otak di balik kegagalan Argentina bersinar di Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Terjun sebagai

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News