Bima Arya Marah kepada PT KAI Karena Terjadi Penumpukan Penumpang di Stasiun

Bima Arya Marah kepada PT KAI Karena Terjadi Penumpukan Penumpang di Stasiun
Wali Kota Bogor Bima Arya. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, BOGOR - Sejak DKI Jakarta menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Transisi, sejumlah perkantoran di daerah Ibu Kota mulai beroperasi kembali.

Dampaknya, Stasiun Bogor sejak pagi dipadati penumpang yang hendak bekerja ke Jakarta, Senin (8/6).

Informasi yang dilansir Radar Bogor, penumpukan terjadi sejak pukul 05.00WIB, antrean puncaknya terjadi sekitar 5.30 WIB. Antrean penumpang mengular hingga 2 KM. Petugas Stasiun Bogor tampak mengatur penumpang yang hendak naik KRL.

Antrean panjang ini terjadi sebelum masyarakat masuk ke peron tepatnya di koridor. Masyarakat yang baru datang ke stasiun atau membeli tiket, langsung diminta petugas untuk pergi ke belakang barisan. Agar tidak parah. Antrean ini dibagi dua baris.

Kondisi itu juga menjadi perhatian Wali Kota Bogor, Bima Arya. Wali Kota dua periode yang datang dengan jajaranya pada pukul 10.00 WIB, tampak menegur keras Direktur Keselamatan dan Keamanan PT KAI (Persero) PT KAI, John Robertho.

Bima tampak marah setelah mendapat banyak laporan warga terkait kondisi Stasiun Bogor yang padat sejak pagi.

“Tadi pagi saya menerima banyak laporan dari warga, ada penumpukan penumpang di stasiun, setelah dicek memang ada penambahan sekitar 10 persen penumpang jika dibandingkan kemarin,” ujar Bima dilansir Radar Bogor.

Penumpukan penumpang tersebut, kata dia, adalah efek dibukanya perkantoran di Jakarta jelang menghadapi new normal atau kehidupan dengan tatanan baru.

Wali Kota Bogor Bima Arya menegur keras PT KAI karena terjadi penumpukan penumpang di Stasiun Bogor.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News