Blak-blakan soal Geger Bisnis Tes PCR, Erick Thohir: Saya Tak Mungkin

Recovery yang dimaksud, kata Erick, pemerintah akan melakukan segala upaya percepatan untuk penyelamatan jiwa manusia.
Tetapi tetap responsibility yakni melakukan seluruh kegiatan kemanusiaan tersebut dengan penuh tanggung jawab baik secara administrasi, hukum.
"Jauh dari kepentingan pribadi," tutur dia.
Erick menegaskan kebijakan wajib PCR merupakan bagian dari upaya tanpa henti pemerintah mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 lewat berbagai pintu.
"Kebijakan PCR sekali lagi merupakan bagian dari serangkaian upaya tanpa henti pemerintah yang diputuskan bersama-sama untuk perang melawan COVID yang belum selesai," ucap Erick.
Ia mengatakan harga tes PCR untuk saat ini pun sudah bisa ditekan dari yang awalnya Rp 2 juta hingga Rp 5 juta, kini menjadi Rp 300 ribu.
Erick menyebut dibandingkan banyak negara Indonesia masuk kategori negara dengan harga tes PCR termurah dan ini sesuai dengan audit BPKP.
"BPKP yang sudah mendampingi, bukan berarti penentuan harga yang ditentukan oleh sendiri. Dan ini juga ditetapkan oleh Kemenkes sesuai dengan tupoksi. Jadi bukan ditentukan oleh sendiri," kata Erick Thohir. (antara/jpnn)
Menteri BUMN Erick Thohir kembali angkat suara soal geger bisnis tes PCR yang menyeret namanya belakangan ini.
Redaktur & Reporter : Elvi Robia
- Awal 2025 Bank Mandiri Tumbuh Sehat dan Berkelanjutan
- Kementerian BUMN Dorong Penguatan Komunikasi Digital Berbasis AI dan Praktik Lapangan
- Selamat, Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women’s Inspiration Awards 2025
- Melalui Optimasi AI, BNI Perkuat Komunikasi Digital BUMN
- Ketum PSSI Bicara soal Liga 1, Match Fixing, & Semen Padang
- Jakarta Beat Society 2025 Sedot Animo Ribuan Pengunjung