BNBR Tunggu Restu Credit Suisse

BNBR Tunggu Restu Credit Suisse
BNBR Tunggu Restu Credit Suisse
JAKARTA - Rencana kuasi reorganisasi PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) di ambang gerbang kegagalan. Itu terjadi jika kreditur menolak. Dan, hingga detik ini Credit Suisse AG sebagai dikoordinir kreditur belum memberi lampu hijau atas rencana penghapusan saldo defisit tersebut.

Memang perseroan telah mengantongi restu pemegang saham lewat mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Tetapi, itu bukan trek satu-satunya untuk memuluskan rencana tersebut. Sebab, Kuasi reorganisasi itu bisa menaikkan rasio utang dibanding modal (debt to equtiy ratio) perseroan. ”Harus mendapat persetujuan dari kreditur juga,” ulas Gonthor Ryantori Aziz, Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Kreditur bisa mengajukan keberatan dan menggagalkan rencana kuasi reorganisasi perseroan menyusul penurunan modal disetor dan ditempatkan terhadap rasio utang terhadap modal (DER). Karena itu regulator menyerahkan keputusan kuasi reorganisasi kepada pemegang saham, kreditur dan Kemenkumham. “Kami tetap pelototi kelanjutan rencana tersebut,” imbuh Gonthor.

Manajemen sendiri akan mengadakan pembicaraan dengan kreditur pada 5 Desember 2011. Jika rencana itu disetujui, kemudian manajemen harus meminta persetujuan pelaksanaan kuasi reorganisasi kepada Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pada 6 Desember. Kalau itu disetujui hajatan pelaksanaan kuasi reorganisasi dapat terlaksana. Bapepam tidak segan memanggil dan meminta klarifikasi jika nanti terdapat selisih cukup besar antara proyeksi dengan realisasi.

JAKARTA - Rencana kuasi reorganisasi PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) di ambang gerbang kegagalan. Itu terjadi jika kreditur menolak. Dan, hingga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News