Bocah Terseret Arus Pantai di Bintan Ditemukan Sudah Meninggal Dunia

Bocah Terseret Arus Pantai di Bintan Ditemukan Sudah Meninggal Dunia
Sejumlah warga menyaksikan Tim Basarnas Tanjungpinang mengevakuasi jenazah korban terseret arus Pantai Batu Junjung Senggiling di Kabupaten Bintan, Kepri, Sabtu (25/2/2023). ANTARA/HO-Basarnas Tanjungpinang

jpnn.com - TANJUNGPINANG - Seorang bocah bernama Muhammad Viki Pratama (10) ditemukan meninggal dunia karena terseret arus di Pantai Batu Junjung Senggiling, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Korban ditemukan terdampar dalam keadaan meninggal dunia di ujung pantai atau kurang lebih 70 meter dari lokasi kejadian kecelakaan pada Sabtu (25/2) sekitar pukul 07.30 WIB.

Kantor Basarnas Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) telah mengevakuasi jenazah korban. "Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah duka dan sudah dikebumikan di pemakaman keluarga di Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan," kata Kepala Basarnas Tanjungpinang Riyadi.

Kronologi kejadian berawal ketika korban bersama rekan-rekannya pergi memancing dan berenang di Pantai Batu Junjung Senggiling, Jumat (24/2) sore.

Namun, korban tiba-tiba hanyut, lalu terseret arus hingga tenggelam.

Rekan-rekan korban sempat berupaya menolong, tetapi tak berhasil.

"Laporan tenggelamnya korban diterima Basarnas Tanjungpinang dari warga setempat pada hari Jumat sekitar pukul 18.15 WIB," ungkap Riyadi.

Setelah menerima laporan itu, lanjut dia, tim Rescuer Kantor Basarnas Tanjungpinang berjumlah 11 orang langsung bergerak menuju lokasi kejadian kecelakaan menggunakan Rescue Truck dan Rescue Car D-Max.

Seorang bocah berusia 10 tahun yang terseret arus pantai di Kabupaten Bintan, Kepri, ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News