Bombardir Syria, PM Inggris Kangkangi Parlemen

Bombardir Syria, PM Inggris Kangkangi Parlemen
PM Inggris Theresa May saat mengumumkan permintaan pemilu dini, di Downing Street 10, London. Selasa (18/4). Foto: AFP

Banyak politisi di Inggris, termasuk dari Partai Konservatif, telah meminta anggota parlemen dipanggil dari masa liburnya untuk memberikan persetujuan atas serangan militer.

"Sebagai perdana menteri, ini pertama kalinya saya harus mengambil keputusan untuk menempatkan pasukan bersenjata kami pada sebuah pertempuran -- dan ini bukan keputusan yang saya ambil dengan mudah," kata May.

Mantan PM Inggris David Cameron pernah kalah di dalam pemungutan suara di parlemen ketika akan mengambil keputusan menyerang Assad pada 2013 silam.

Ketika itu 30 anggota dari Partai Konservatif menentang dan banyak penduduk Inggris meyakini bahwa terlibat dalam konflik tersebut tidak akan membawa stabilitas pada Timur Tengah.

Jajak pendapat daring yang diluncurkan YouGov pekan ini mengindikasikan hanya seperlima dari para pemilih yang merasa Inggris perlu meluncurkan serangan

Pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn, yang dikenal memiliki sikap anti-perang, menyatakan Inggris seharusnya terus menekan PBB untuk menggelar penyelidikan independen, ketimbang menunggu instruksi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (sam/rmol)


Perdana Menteri Inggris Theresa May begitu ngebet bergabung dengan Amerika Serikat dan Prancis menyerang Syria. Sampai-sampai dia nekat mengangkangi parlemen


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News