Rabu, 18 Juli 2018 – 11:55 WIB

Bonus Emas Asian Games 2018: PNS, Rumah atau Uang Tunai

Minggu, 14 Januari 2018 – 15:05 WIB
Bonus Emas Asian Games 2018: PNS, Rumah atau Uang Tunai - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga alias Kemenpora menjanjikan tiga bentuk bonus buat atlet Indonesia yang menyabet emas Asian Games 2018. Bentuknya bisa berupa pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil, rumah, atau uang tunai.

Pernyataan tersebut disampaikan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana. Dia berharap dengan adanya bonus itu bisa menambah motivasi atlet yang sedang menjalani pelatnas. ”Kami harus menghargai upaya dan kerja keras atlet. Karena mereka sedang bekerja keras demi mengangkat derajat bangsa di mata dunia,” ucapnya.

Mulyana mengungkapkan sudah dua puluh lima cabor yang menandatangani nota kesepahaman anggaran kemarin. Padahal, Kemenpora sudah menentukan 13 Januari menjadi batas waktu terakhir bagi 19 cabor yang belum membubuhkan tanda tangan. ”Sudah saya tunggu sampai pukul 12.00 di kantor kemarin,” terangnya.

Meski begitu, pencairan dana tetap akan dilakukan pada 15 Januari. Dana tersebut, lanjut dia, dipergunakan untuk membayar honor atlet delapan cabor yang sudah lebih dulu menandatangani nota kesepahaman. Sedangkan, untuk 18 cabor lainnya harus menunggu tiga hingga tujuh hari lagi. Mengingat, proses pencairan dana juga melibatkan Kementerian Keuangan.

Meski begitu, mantan Kabidbinpres KONI itu mengatakan, Menpora Imam Nahrawi sudah menandatangani seluruh Surat Keputusan (SK) atlet untuk pelatnas. Ada sekitar 750 atlet Asian Games, 300 atlet Asian Para Games, dan 300 pelatih,” jelas Mulyana.

Namun, jumlah tersebut bisa berubah. Selama periode dari Januari hingga April pihaknya bersama KONI akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi. Mengingat, dalam pelatnas menganut sistem promosi-degradasi.

Bisa saja, lanjut dia, jumlah tersebut malah berkurang. ”Kalau selama tiga bulan tidak memberikan prestasi akan kami coret,” katanya. (han)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar