Bripka Rachmat Ditembak Brigadir Rangga dari Jarak Dekat

Bripka Rachmat Ditembak Brigadir Rangga dari Jarak Dekat
Bripka Rachmat Effendy. Foto: Istimewa

jpnn.com, JAKARTA - Tim forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati telah mengeluarkan hasil autopsi jenazah Bripka Rachmat Effendy yang ditembak rekannya sesama polisi. Hasil temuan menunjukkan ada tujuh luka tembak di tubuh korban.

“Dari luka permukaan, semua peluru ditembakkan dari jarak dekat dan peluru yang bersarang itu mengenai tulang sehingga tidak sampai tembus,” kata Kaopsnal Yandokpol Rumah Sakit Polri Kramat Jati Kombes Pol Edy Purnomo, Jumat (26/7).

BACA JUGA: Tragedi Polsek Cimanggis: Kok Bisa Polisi Tembak Polisi?

Edy menjelaskan, autopsi selesai dilaksanakan sekitar pukul 05.17 WIB. Setelah itu, jenazah korban langsung dibawa pihak keluarga untuk langsung dimakamkan, di Jonggol, Bekasi.

Sementara itu, tujuh peluru dari senjata api jenis HS 9 yang dipakai Brigadir Rangga Tianto untuk menghabisi rekannya itu juga dilakukan uji balistik. Hal ini guna semakin menguatkan fakta hukum bahwa pembunuhan dilakukan dengan senjata tersebut. “Untuk penyesuaian pemeriksaan balistik,” tegas Edy.

Adapun tujuh luka tembak yang diderita korban berada di bagian paha, pantat, perut, dada, leher serta dagu. Namun dari seluruh tembakan hanya dua butir yang bersarang di tubuh korban. Peluru tersebut kemudian yang akan digunakam untuk uji balistik. (jpg)


Tujuh peluru dari senjata api jenis HS 9 yang dipakai Brigadir Rangga Tianto untuk menghabisi Bripka Rachmat akan dilakukan uji balistik.


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News