JPNN.com

BTN Gandeng Moneygram

Selasa, 28 Mei 2019 – 22:47 WIB BTN Gandeng Moneygram - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menggandeng PT MoneyGram Payment Systems Indonesia (MoneyGram) untuk meningkatkan pelayanan transaksi perbankan, khususnya remitansi.

Dengan kerja sama tersebut, BTN mendukung program Bank Indonesia untuk meningkatkan keuangan inklusif, dengan kemudahan melakukan transfer dana dan membantu mengarahkan masyarakat unbanked menggunakan produk dan layanan keuangan formal.

Adapun fasilitas remitansi yang disediakan Bank BTN bersama MoneyGram saat ini adalah layanan penerimaan dana tunai di 853 Kantor Cabang Bank BTN.

“Saat ini kerja sama dengan MoneyGram kami fokuskan pada layanan incoming transfer untuk memberikan kemudahan, khususnya bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri agar bisa mengirimkan uangnya ke Indonesia. Tahap selanjutnya adalah penyediaan layanan outgoing transfer bagi para expatriate yang akan mengirimkan uang ke negara asalnya,” ujar Direktur Utama Bank BTN, Maryono.

Sebagai informasi, BTN telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan PT Moneygram Payment Systems Indonesia pada 27 Desember 2017, kerja sama ini meliputi kerja sama transaksi kiriman uang dari luar negeri.

“Tahun ini kami telah melakukan sosialisasi dan sistem sudah siap sehingga layanan dari MoneyGram sudah bisa dilakukan di seluruh cabang Bank BTN,” kata Maryono.

Adapun tujuan dari kerja sama dengan MoneyGram antara lain memperluas jaringan bisnis Bank BTN dalam ruang lingkup internasional, menambah sumber fee based income, yaitu dari komisi layanan penerimaan dan keuntungan atas selisih foreign exchange rate, cross selling dengan produk lainnya dalam mata rantai bisnis remitansi dan lain sebagainya.

"Dengan mengajak MoneyGram menjadi salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan Bank BTN di bisnis remitansi, maka BTN menargetkan pertumbuhan bisnis remitansi bisa naik sekitar 33% dari volume remitansi sekitar Rp 7,5 triliun pada 2018 menjadi Rp 10 triliun pada tahun ini sehingga fee based income remitansi juga dapat bertumbuh sekitar 22% di tahun 2019,” jelas Maryono.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...