Bulan Ramadan Dirindu, Kuliner Langka Diburu

Bulan Ramadan Dirindu, Kuliner Langka Diburu
PESTA KULINER RAMADAN. Pasar Juadah di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak dipadati pembeli sejak hari pertama dibuka, Sabtu (27/5) sore. Foto: RISKA NANDA/Rakyat Kalbar/JPNN.com

Meski membuat kue, sebagian besar kue yang didagangkannya berasal dari titipan orang lain. Sistem bagi hasil dari tiap kue yang terjual.

“Kadang kalau lebih, kita yang jual ini dikasih juga sisa dagangan yang tak laku,” ujarnya. Karenanya ia tidak pernah kekurangan makanan untuk berbuka puasa.

Meski bagi hasil yang didapat per kue tidak seberapa, jika ditotal Latif bisa memperoleh pendapatan bersih sekitar Rp2 juga-Rp2,5 juta selama Ramadan.

“Memang ndak selalu tinggi (pendapatannya), biasanya yang ramai itu di awal Ramadan,” ujarnya.

Di akhir Ramadan, pendapatan juga bisa meningkat karena banyak pedagang juadah sudah sibuk menerima pesanan kuliner Idul Fitri.

“Saya juga di akhir Ramadan sudah banyak sibuk mengurus pesanan kue,” pungkas Latif. (man/riz/moh)

 


Ramadan merupakan bulan untuk meningkatkan ibadah. Namun, di Kota Pontianak, Ramadan sekaligus juga bulan yang tepat untuk berburu kuliner.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News