Selasa, 20 November 2018 – 07:00 WIB

Bupati Subang Terjaring OTT KPK, Begini Kronologisnya

Kamis, 15 Februari 2018 – 02:12 WIB
Bupati Subang Terjaring OTT KPK, Begini Kronologisnya - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Subang Imas Aryumningsih dalam operasi tangkap tangan (OTT), Selasa (14/2) malam. Imas yang baru resmi menjadi bupati Subang menggantikan Ojang Sohandi pada pertengahan 2017, kini sudah menyandang status tersangka suap dan menjadi tahanan KPK.

OTT terhadap Imas dimulai ketika satuan tugas (satgas) dari Deputi Penindakan KPK menangkap seseorang dari pihak swasta bernama Data di Rest Area Cileunyi, Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/2) sekitar pukul 18.30 WIB. Dari tangan Data, KPK mengamankan uang. “Senilai Rp 62.278.000,” ujar Basaria di KPK, Rabu (14/2).

Lebih lanjut Basaria menuturkan, satgas lainnya dari KPK bergerak menangkap Miftahudin di Subang pada pukul 19.00 WIB. Sedangkan tim lain bergerak ke rumah dinas bupati Subang dan mengamankan Imas sekitar pukul 20.00 WIB. “Bersama dua orang ajudan dan seorang sopir," tuturnya.

Setelah itu, tim berturut-turut mengamankan dua orang lainnya, yakni Kepala Bidang Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Subang Asep Santika dan Kasie Pelayanan Perizinan DPMPTSP Subang Sutiana (S) di rumah masing-masing. Keduanya ditangkap pada Rabu (14/2) dini hari.

KPK mengamankan uang Rp 225.050.000 dari ASP. “Dan dari tangan S diamankan uang senilai Rp 50 juta," paparnya.

Basaria menjelaskan, tim KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 337.328.000. Ada pula barang bukti berupa dokumen bukti penyerahan uang. 

Kini, KPK telah menjerat Imas, Asep, Data dan Miftahudin. “Setelah melakukan pemeriksaan 1x24 jam dilanjutkan dengan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh bupati Subang secara bersama-sama terkait pengurusan perizinan di Pemkab Subang,” ujar Basaria.

Menurut Basaria, pemberian suap dilakukan melalui perantara. Ada orang-orang dekat Imas yang menjadi pengumpul dana dari swasta.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar