Bupati Termuda Ini Ingin Dharmasraya Dikenal Luas Lewat Festival Pamalayu

Bupati Termuda Ini Ingin Dharmasraya Dikenal Luas Lewat Festival Pamalayu
Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan saat berbincang dengan jajaran redaksi JPNN.com dan Genpi.co di Graha Pena, Jakarta, Rabu (21/8). Foto: Ricardo/JPNN.com

Saat itu, kehadiran Sutan Riska diterima oleh Direktur JPNN.com Auri Jaya, Pemimpin Redaksi Antoni, Redaktur Pelaksana Soetomo Samsu, penulis kolom Historiana Wenri Wanhar dan awak redaksi lainnya.

BACA JUGA: Benarkah Ekspedisi Pamalayu Penaklukkan Jawa atas Sumatera? Ini Bukti Arkeologisnya...

Menurut Riska, Dharmasraya punya sejarah yang selama ini belum dibuka secara lebih luas. Maka lewat Festival Pamalayu yang diangkat dari Ekspedisi Pamalayu, dia ingin mengangkat sejarah kabupaten hasil pemekaran di era Presiden Megawati Soekarnoputri itu.

Festival Pamalayu sendiri akan berlangsung lama dengan berbagai agenda khas. Puncaknya akan berakhir pada 7 Januari 2020.

"Tujuannya adalah mengangkat sejarah tentang Dharmasraya dan menguatkan tali persaudaraan antara dulu Kerajaan Dharmasraya dan Singosari," lanjut politikus PDI Perjuangan itu.

Secara khusus, Sutan Riskan menyampaikan apresiasi kepada JPNN.com yang secara khusus memuat tulisan tentang Ekspedisi Pamalaya yang ditulis oleh Wenri Wanhar.

Bagi Riska, tulisan itu berkesan karena selama pemekaran, pembicaraan di daerahnya tidak jauh-jauh dari kebun sawit, kebun karet dan pertambangan.

"Padahal kami punya cerita, sejarah yang luar biasa dan ingin membuat hubungan yang kuat lagi pada masa lalu," tandas bupati kelahiran Solok, 27 Mei 1989 itu.

Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan menjelaskan, Ekspedisi Pamalayu adalah masa ketika utusan Singosari datang ke Dharmasraya membawa Amoghapasa sebagai lambang persahabatan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News