Buy Back BUMN Baru Serap Rp. 20 M

Buy Back BUMN Baru Serap Rp. 20 M
Buy Back BUMN Baru Serap Rp. 20 M
JAKARTA - Realisasi program pembelian kembali (buy back) saham sepuluh BUMN hingga saat ini baru mencapai Rp. 20 miliar, meski dana yang sudah disiapkan pemerintah sekitar Rp. 6,7 Triliun. ''Dari jumlah Rp. 6,7 triliun, memang baru terserap Rp. 20 miliar,'' ujar Sekretaris Meneg BUMN Muhammad Said Didu di Jakarta, Selasa (21/10). Menurut Didu, sampai saat ini, program buy back masih terus dilakukan. ''Dengan begitu, pemerintah berharap harga saham terus terdongkrak,'' tegasnya.

Didu mengakui, pelaksanaan buy back saham-saham 10 BUMN memang tidak dilakukan serta-merta, namun tetap akan disesuaikan dengan kondisi pasar. ''Meski begitu, kementerian BUMN selaku pemegang kuasa pemegang saham  perusahaan akan menjamin, bahwa pelaksanaan buy back tidak akan mengganngu rencana investasi,'' Didu menandaskan. Pada saat yang bersamaan, Didu juga menegaskan, bahwa saat ini merupakan momentum yang terbaik bagi investor untuk mengoleksi saham-saham milik BUMN. Sebab, selain harganya masih rendah, saham BUMN juga memiliki prospek yang sangat bagus. ''Emiten BUMN pada umumnya bergerak di sektor riil, sehingga sahamnya tetap berpeluang ke level yang tinggi.''

Seperti diberitakan sebelumnya, 10 emiten BUMN  yang melakukan program Buy Back seluruhnya telah mengeksekusi programnya dengan besaran yang berbeda-beda. Sepuluh BUMN yang dimaksud, antara lain, PGN, PT. Batu Bara Bukit Asam, Adhi Karya, Aneka Tambang, Wijaya Karya, Timah, Aneka Tambang, Jasa Marga, Kimia Farmam dan Telkom.  Dari sekian banyak BUMN, PT. Telkom merupakan BUMN yang paling banyak meniapkan dana buy back mencapai Rp. 3 triliun. (aj/jpnn)

 

JAKARTA - Realisasi program pembelian kembali (buy back) saham sepuluh BUMN hingga saat ini baru mencapai Rp. 20 miliar, meski dana yang sudah disiapkan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News