Sabtu, 22 September 2018 – 07:09 WIB

Cak Imin Ajak Luruskan Sejarah Proklamasi Bangsa Indonesia

Kamis, 12 Juli 2018 – 15:25 WIB
Cak Imin Ajak Luruskan Sejarah Proklamasi Bangsa Indonesia - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk meluruskan sejarah soal proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia.

Cak Imin mengatakan, selama ini banyak pihak bahkan panitia hari ulang tahun proklamasi di berbagai daerah pun masih menuliskan Hari Ulang Tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia (HUT NKRI). Padahal, ujar Cak Imin, jika dikaji rumusan aslinya bukanlah kemerdekaan negara Indonesia.

“Tapi, kemerdekaan bangsa Indonesia yang diproklamasikan 17 Agustus,” kata Cak Imin saat menjadi pembicara utama “Dialog Kebangsaan bertema 17 Agustus Bukan Kemerdekaan Republik Indonesia melainkan 17 Agustus Adalah Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan 18 Agutusus Adalah Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesai” di gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/7).

Dialog ini digelar MPR bekerja sama dengan Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia, Organisasi Shiddiqiyyah (Orshid), Lesbumi NU, Universitas Bung Karno (UBK), Situs Persada Sukarno nDalem Pojok Kediri, Api Bandung.

Hadir sebagai keynote speaker adalah Muhaimin Iskandar, dan sejumlah pembicara antara lain Ketua Lesbumi PBNU Agus Sunyoto, Ketua Kajian MPR A.B Kusuma, dari PCTA Indonesia Tries Edy Wahyono dan Ahmad Mansyur Suryanegara, dan Ketua Program Studi Fakultas Hukum Universitas Bung Karno Azmi Syahputra.

Cak Imin mengatakan, awalnya banyak yang menganggap ini hanyalah sekadar persoalan dari konteks bahasa saja. Padahal, lanjut dia, ada makna yang fundamental di balik itu semua yakni bangsa Indonesia.

Nah, ujar dia, kalau bicara bangsa tentu di dalamnya tentu sudah membicarakan berbagai hal seperti kesatuan wilayah, persoalan kemanusiaan, kualitas hidup dan kehidupan yang bukan sekadar pembangunan fisik dan makan. “Tapi, pembangunan batin secara utuh dan menyeluruh,” paparnya.

Lebih lanjut ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menuturkan bahwa dua dimensi pembangunan yakni lahiriah dan batiniah tidak dapat dipisahkan. “Kalau hanya satu dimensi saja, pasti pembangunan akan bertemu dengan kegagalan,” ungkapnya.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar