JPNN.com

Cak Imin Ajak Warga Kota Batik Gelorakan Aswaja

Sabtu, 18 November 2017 – 16:22 WIB Cak Imin Ajak Warga Kota Batik Gelorakan Aswaja - JPNN.com

jpnn.com, PEKALONGAN - Inisiator Nusantara Mengaji A Muhaimin Iskandar terus berkeliling ke berbagai daerah guna menggalakkan semaan dan kajian Alquran. Hari ini (18/11), ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengunjungi Pekalongan, Jawa Tengah guna menghadiri khataman Alquran bersama para santri dan warga Nahdatul Ulama (NU) lainnya.

Cak Imin -panggilan Muhaimin- menyatakan, Nusantara Mengaji membawa semangat untuk menjadikan setiap generasi yang soleh dan solehah serta berguna bagi bangsa serta negara. “Nusantara Mengaji harus terus mengibarkan visi misinya bagi keberkahan dan kemajuan bangsa ke depan,” ujar Muhaimin yang langsung ditimpali suara kor ‘amiinn’ oleh para peserta khataman.

Setidaknya 50 orang hadir pada acara khataman Alquran yang digelar di Alun-alun Pekalongan itu. Warna putih dan hijau tampak dominan di antara para jemaah khataman.

Selain itu Cak Imin juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya warga Kota Batik -julukan Pekalongan- untuk istikamah memegang teguh ahlus sunnah wal jamaah atau (Aswaja). Tujuannya demi merajut dan menjaga tali persatuan demi kesatuan bangsa.

"Insyaallah jika kita masih berpegang pada Islam Aswaja maka kita akan tetap bersatu, tidak seperti negara-negara lain yang banyak terpecah seperti Rusia, Balkan dan lainnya," ujar mantan wakil ketua DPR itu.

Menurut Cak Imin, Aswaja merupakan sabuk spiritual yang manyatukan spirit dan semangat bangsa agar tidak mudah diadu domba oleh kelompok ekstrem ataupun negara lain yang mendompleng. Dia meyakini NU dan Aswaja memiliki peran penting untuk menjaga persatuan lewat cara-cara religius.

Menurutnya, saat ini ada kelompok yang berupaya menarik umat Islam di Indonesia agar pergi ke Filipina ataupun Suriah untuk berperang atas nama agama. “Itu menujukkan mereka belum paham makna sesungguhnya mencapai surga," tegasnya.

Sedangkan NU, kata Cak Imin, tak pernah memberi iming-iming surga seperti halnya kelompok teror menjanjikan surga kepada pelaku bom bunuh diri yang lebih dikenal dengan istilah pengantin. Politikus kelahiran Jombang, 24 September 1966 itu menegaskan, mendambakan pengantin di surga dengan cara teror jelas bentuk pemahaman yang keliru.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...