Capres 2024 dari KIB, Pengamat: Harus Kompromikan Kekuatan Golkar dan Kehendak Jokowi

Capres 2024 dari KIB, Pengamat: Harus Kompromikan Kekuatan Golkar dan Kehendak Jokowi
Ketua Umum DPP Partai Golkar duduk bersama Presiden Joko Widido dan jajaran petinggi partai pada saat Peringatan HUT Golkar belum lama ini di Jakarta. Foto: Humas Golkar

jpnn.com, JAKARTA - Golkar dan PPP menegaskan belum ada kesepakatan tentang capres dan cawapres dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Penentuan pasangan capres-cawapres nanti akan diputuskan bersama oleh ketiga anggota koalisi, yakni Golkar, PAN, dan PPP.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai Golkar mempunyai peran penting dan signifikan di KIB dalam proses penentuan pasangan capres-cawapres.

Golkar mempunyai 85 kursi di DPR yang membuatnya sebagai partai terbesar kedua di parlemen dan terbesar di KIB.

"Golkar punya peran besar di KIB. Bagaimanapun jumlah kursinya di parlemen terbesar kedua. Di KIB juga terbesar dibanding PAN dan PPP. Itu membuat nilai tawar Golkar tinggi dalam konteks menentukan capres-cawapres," tegas Ujang, Rabu (1/3).

Ujang menjelaskan meski Golkar punya posisi strategis untuk bisa menentukan arah dukungan dan kesolidan koalisi, penentuan capres-cawapres di KIB masih harus menunggu arahan dari Presiden Joko Widodo.

"Namun, yang menjadi kendala bagi Golkar adalah bagaimana pun ketumnya sudah mengatakan soal pencapresan menunggu restu Pak Jokowi," ujarnya.

Hal itu membuat Golkar berada pada situasi dilematis.

Pengamat politik Ujang Komarudin melihat harus dikompromikan antara peran besar Golkar di KIB dan kehendak Pak Jokowi terkait Capres-Cawapres 2024.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News