Cara Aman Mengendarai Mobil saat Hujan, Jangan Nyalakan Lampu Hazard!

Cara Aman Mengendarai Mobil saat Hujan, Jangan Nyalakan Lampu Hazard!
Genangan air di KM34 Tol Layang Jakarta Cikampek, Selasa (31/12/2019). Genangan air muncul saat terjadi hujan lebat. Foto: ANTARA/HO-@Zufaroray

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia sudah memasuki musim hujan. Pengemudi mobil diimbau harus lebih berhati-hati dalam melajukan kendaraan.

Sebab, pengemudi mobil akan banyak menghadapi rintangan seperti visibilitas terganggu akibat guyuran hujan, jalanan licin, genangan air hingga aquaplaning.

Lantas apa yang harus dilakukan pengemudi saat mengendarai mobil di tengah hujan?

Senior Instructor dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, salah satu yang harus dilakukan pengemudi saat berkendara adalah mengurangi kecepatan kendaraan.

Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya aquaplaning pada kendaraan yang membuat ban kehilangan traksi saat melewati genangan air dalam kecepatan tinggi.

"Aquaplaning merupakan penyebab kecelakaan saat hujan, karena pengemudi salah mengatisipasi kondisi ini," ujar Sonny, dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/11).

"Kemudian mengurangi kecepatan, pindah ke lajur lambat, dan amati kondisi sekitar," sambungnya.

Selan itu, jika jarang pandang kurang jelas Sonny menyarankan agar menyalakan lampu utama. Ia berpesan agar tidak menyalakan lampu hazard atau lampu tanda darurat.

Pengemudi mobil akan banyak menghadapi rintangan saat mengendari kendaraan di tengah hujan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News