Jumat, 23 Agustus 2019 – 00:42 WIB

Cara Pusdiklat Bea Cukai Tingkatkan Kualitas SDM

Selasa, 13 Agustus 2019 – 15:56 WIB
Cara Pusdiklat Bea Cukai Tingkatkan Kualitas SDM - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Pusdiklat Bea dan Cukai menyelenggarakan Asia Pacific Workshop on Coordinated Border Management Against Transnational Organized Crime (TOC) pada 13-15 Agustus 2019.

Peserta workshop berasal dari negara-negara seperti Bangladesh, Kamboja, Jepang, Malaysia, Maldives, Papua New Guinea, Filipina, Sri Lanka, Timor Leste, dan Indonesia.

Narasumber yang dihadirkan berasal dari organisasi dan instansi internasional yang terkait dengan penanggulangan kegiatan TOC dan pembiayaannya, yaitu World Customs Organization, United Nations Office of Drugs and Crime, Australia Transaction Reports and Analysis Center, DJBC, PPATK, BNPT, dan Densus88.

BACA JUGA: Bea Cukai Siap Maksimalkan Pengawasan di Bandara Internasional Banyuwangi

“Ancaman TOC di Asia Pasifik pada dua dekade terakhir telah berkembang sangat pesat, dari penciptaan narkotika sintetis baru sampai cybercrime. TOC tidak hanya mengancam keamanan negara tetapi juga ekonomi, lingkungan hidup, dan agenda pembangunan berkelanjutan,” kata Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Rionald Silaban.

Rionald menambahkan, untuk menghadapi ancaman kejahatan yang semakin terorganisasi tersebut, administrasi pabean dan pengawas perbatasan lainnya di kawasan harus meningkatkan koordinasi di antara mereka.

“Communicate, Coordinate, Collaborate yang menjadi tagline dari workshop ini harus benar-benar terwujud setelah berakhirnya workshop,” imbuhnya.

Rionald menambahkan, Pusdiklat Bea dan Cukai berkomitmen untuk ikut serta dalam kegiatan pengembangan kapasitas pegawai administrasi pabean Asia Pasifik melalui inisiatif penetapan sebagai World Customs Organization Regional Training Center.

SHARES
TAGS   Bea Cukai
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar