Sabtu, 23 Juni 2018 – 00:13 WIB

Cara Warga Perth Sikapi Pelarangan Kantong Plastik Sekali Pakai

Jumat, 06 April 2018 – 08:00 WIB
Cara Warga Perth Sikapi Pelarangan Kantong Plastik Sekali Pakai - JPNN.COM

Larangan yang berlaku di seluruh negara bagian Australia Barat atas penggunaan kantong plastik sekali pakai telah memaksa banyak orang mencari cara mengenai bagaimana mereka mengatasi kebiasaan yang sudah lama ada saat mereka pergi berbelanja.

Jadi bayangkan tidak menggunakan sama sekali plastik sekali pakai.

Tidak ada sedotan plastik, gelas, piring, peralatan makan, pembungkus plastik atau wadah yang dibawa pulang, dan tidak ada kemasan plastik untuk produk seperti keripik, muesli bar, sereal, makanan lain dan produk dapur maupun kamar mandi.

Ini bisa tampak menakutkan, membingungkan, tidak nyaman dan mahal semuanya terjadi sekaligus.

Pesan dari orang-orang yang mencoba hidup bebas dari plastik sekali pakai adalah bahwa itu lebih mudah daripada yang mereka bayangkan - tetapi mereka mengatakan orang tidak harus mencoba untuk menghentikan penggunaan plastic sekali pakai sepenuhnya sekaligus.

Sebaliknya, lakukan secara bertahap.

Menanam sendiri bayam hingga sedotan stainless steel

Hannah Thomas telah melakukan hal itu selama beberapa bulan terakhir setelah membuat resolusi tahun baru untuk mengurangi penggunaan plastik.

"Sejak itu, kami terus menggunakan sedotan baja anti karat, kotak kue yang bisa digunakan kembali," katanya.

"Saya sekarang memiliki pembuat Sodastream, jadi saya tidak perlu membeli air soda dalam botol."

Hannah Thomas, yang tinggal di Bassendean di pinggiran Kota Perth, bersama suami dan dua anaknya yang masih kecil, juga menanam bayam dan rempah-rempah sendiri untuk menghindari kemasan supermarket, dan tidak lagi menempatkan makanan kemasan di kotak makan anak-anaknya.

"Sebenarnya jauh lebih mudah daripada yang mungkin Anda pikirkan," katanya.

"Untuk membuat 12 batang bar muesli mungkin membutuhkan waktu 10 menit di dapur."

Tetapi jauh dari mudah untuk berhenti menggunakan plastik sekali pakai sekaligus.

Beberapa item, seperti punnets stroberi, yang dia dan putrinya Macie sangat sukai dan tidak mau menghindarinya, sulit untuk ditemukan tanpa kemasan.

Enam tahun sejak janji bebas plastik

Untuk hidup benar-benar bebas dari plastik sekali pakai membutuhkan waktu.

Lindsay Miles menerima tantangan ini enam tahun lalu setelah melihat poster yang mempromosikan tantangan bebas plastik pada bulan Juli.

Dia mengatakan bahwa dia mencapai tujuannya setelah beberapa tahun dan itu telah menjadi bagian dari rutinitasnya.

"Saya kira beberapa barang lebih mahal, beberapa barang lebih murah. Bagi saya, secara keseluruhan, itu menjadi seimbang," katanya.

Lindsay Miles mengatakan dia membuat perubahan secara bertahap dari satu perubahan ke perubahan berikutnya dan tidak pernah berhenti.

"Salah satu hal terbesar jika Anda ingin menghindari plastik adalah membeli barang bekas, jadi Anda menghindari kemasannya," katanya.

Lindsay Miles juga membuat banyak makanan sendiri dari nol, dan membeli produk lokal sebisa mungkin.

'Perhatikan isi tempat sampah dan pilih barang'

Toko-toko makanan grosiran juga menjadi semakin populer karena orang-orang berusaha untuk tidak meninggalkan sampah yang penuh plastik.

Salah satu pemilik toko  grosir tanpa kemasan ‘The Wasteless Pantry’ di Mundaring, Jeannie Richardson, mengatakan bahwa orang-orang hidup dengan sedikit sekali menggunakan plastik sekali pakai pada 40 atau 50 tahun yang lalu - dan mereka dapat melakukannya lagi.

"kondisinya tidak selalu seperti ini. Ada jalan, dan itu tidak harus sulit dan tidak harus mahal," katanya.

"Jangan merasa buruk bahwa Anda belum menyingkirkan penggunaan plastik sama sekali dan Anda bukan penyumbang nol sampah plastic dan Anda tidak dapat membuang-buang sisa makanan  di stoples pada akhir tahun.

"Pilih satu hal, lihat apa yang ada di tempat sampah Anda dan pilih item dan berpikir, 'OK, bagaimana saya bisa menyingkirkannya minggu ini'."

Dan minggu berikutnya, pilih yang lain.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

 
SHARES
Komentar