Catatan dari Wakil Ketua MPR Untuk Puan Maharani, Soal Sumbar dan Pancasila

Catatan dari Wakil Ketua MPR Untuk Puan Maharani, Soal Sumbar dan Pancasila
Hidayat Nur Wahid. Foto Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid memberikan catatan atas pernyataan Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Puan Maharani, terkait penilaiannya agar Sumatera Barat (Sumbar) mendukung Negara Pancasila.

Penilaian itu kemudian mendapat respons luas, karena dinilai tidak sesuai dengan fakta, dan menyakiti hati rakyat Sumbar.

Penilaian itu makin runyam setelah muncul klarifikasi dari politikus PDI Perjuangan Zuhairi Misrawi yang berangkat dari prasangka buruk terhadap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang selama sepuluh tahun, kadernya dipilih rakyat untuk memimpin Sumbar.

“Bagi yang lupa sejarah, baik klasik maupun kontemporer, ingatlah ajaran Bung Karno: Jas Merah! Sumatera Barat itu erat kaitannya dengan Pancasila dari dulu hingga sekarang. Semua harus berani jujur memahami sejarah, agar bisa menghargai semua daerah yang ada di Indonesia, agar tetap kukuh kuatlah NKRI,” ujarnya melalui siara pers di Jakarta, Jumat (4/9).

Wakil Ketua MPR RI yang akrab disapa HNW menuturkan, banyak tokoh dari yang sekarang disebut Provinsi Sumatera Barat, terlibat langsung merumuskan dan memutuskan Pancasila sebagai dasar Negara, bersama Soekarno, kakek dari Puan.

Mereka ada yang di BPUPK, Panitia Sembilan, atau terlibat saat memfinalkan Pancasila pada 18 Agustus 1945 bersama PPKI.

Tokoh-tokoh tersebut, antara lain Mr M Yamin, Drs. M Hatta, dan H Agus Salim.

HNW juga menilai wajar apabila warga Sumatera Barat dari dulu hingga sekarang, istikamah dengan Pancasila, sebagai komitmen mereka terhadap hasil perjuangan para tokoh bangsa, yang berasal dari Sumbar. 

Seingat Wakil Ketua MPR RI ini, masyarakat Sumbar tidak pernah mengusulkan Pancasila diperas menjadi trisila atau ekasila.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News