Catatan Ketua MPR RI: Membangun Infrastruktur 5G Demi Masa Depan Anak Cucu

Oleh: Bambang Soesatyo

Catatan Ketua MPR RI: Membangun Infrastruktur 5G Demi Masa Depan Anak Cucu
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Foto: Humas MPR RI.

Gonjang-ganjing isu jabatan presiden sampai tiga periode tak lebih dari skenario halu dari kelompok-kelompok yang lebih mementingkan syahwat kekuasaan.

Dengan peduli pada proses transformasi digital di semua sektor, MPR ingin mengingatkan semua elemen masyarakat bahwa ada tantangan besar yang harus segera direspons demi masa depan anak-cucu; mulai dari Generasi Y (lahir dalam rentang waktu 1981 - 1994), Generasi Z (1995 - 2010) hingga Generasi Alpha (lahir setelah tahun 2010). Tantangan riel ini harus dijawab dengan pemikiran-pemikiran visioner dari generasi orang tua saat ini.

Siap atau tidak siap, Indonesia harus bisa menyiapkan infrastruktur digital bagi masa depan Generasi Z, Y dan Generasi Alpha yang juga sering disebut iGeneration, generasi net atau generasi internet.

Mereka orang muda yang kesehariannya bergelut dengan ponsel pintar, terbiasa browsing dengan komputer, dan mendengarkan musik melalui earphone. Semua kegiatan nyaris berkait dengan dunia maya.

Sejak kecil, tiga generasi itu sudah akrab dengan teknologi dan akrab dengan gadget canggih.

Generasi Alpha bahkan digambarkan sebagai sudah terbiasa dengan teknologi sejak masih dalam kandungan, dan begitu lahir langsung menjalani pola hidup digital.

Maka, demi masa depan mereka, negara wajib memfasilitasi dengan mempercepat proses transformasi digital.

MPR akan banyak menyentuh kepentingan iGeneration dan Generasi Alpha.

Sudah menjadi fakta bahwa percepatan transformasi digital tak terhindarkan karena faktor pandemi Covid-19.

Masyarakat kian terbiasa dengan aktivitas daring, dari mulai belanja, proses belajar mengajar hingga bekerja di rumah atau WFH (work from home).

Pola hidup baru di tengah pandemi juga mendorong semua komunitas makin fokus dan peduli pada masa depan iGeneration dan Generasi Alpha.

Jangan sampai mereka gagap karena ketidaksiapan negara mengadopsi teknologi 5G, menyiapkan talenta digital, dan merumuskan regulasi yang mumpuni.

Kini, digitalisasi telah menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Bambang Soesatyo, era 5G sebagaimana telah diilustrasi oleh para ahli, merupakan sebuah lompatan besar yang bisa saja terkesan cukup ekstrem, karena akan mengubah banyak aspek dalam kehidupan manusia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News