CCTV di Rumah Irjen Ferdy Mati? Novel Teringat Penembakan FPI, Sebut Oknum Jenderal

CCTV di Rumah Irjen Ferdy Mati? Novel Teringat Penembakan FPI, Sebut Oknum Jenderal
Rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, tempat baku tembak polisi yang menyebabkan Brigadir J tewas. Foto: Mercurius Thomos Mone/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Plt Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin teringat kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada 2020, saat membaca berita tembak-menembak polisi di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Jumat, 8 Juli 2022.

Novel menyebutkan tewasnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang ditembak Bharada E ada kesamaan dengan meninggalnya enam laskar FPI, yaitu CCTV di tempat kejadian sama-sama mati.

"Sangat disayangkan. CCTV bisa mati. Seperti sudah diatur dan saya jadi teringat kasus KM 50 dengan berbagai spekulasi berkembang," kata Novel Bamukmin pada Selasa (13/7).

Dia menilai pada kasus Brigadir J, keterangan kepolisian berubah-ubah.

"Mulai dari tembak-menembak di ruang kerja, kemudian berubah di rumah dinas lalu di kamar pribadi," kata Novel.

Dia menduga ada yang pasang badan untuk menutupi kasus tersebut.

"Kapolri harus berani mengusut kasus itu. Kalau memang pelakunya oknum jenderal harus dihukum," ujar Novel.

Sejumlah pihak menilai terdapat banyak kejanggalan dalam perkara di rumah Irjen Ferdy Sambo itu.

Novel Bamukmin teringat kasus penembakan 6 anggota laskar FPI saat mengikuti perkembangan perkara di rumah Irjen Ferdy Sambo.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News