Cegah Pertamina Merugi, Harga Pertalite Harus Dinaikkan

Cegah Pertamina Merugi, Harga Pertalite Harus Dinaikkan
Truk tangki BBM milik Pertamina. Foto: dok Pertamina

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean menilai, harga Pertalite harus dinaikkan.

Sebab, jika Pertamina terus menjual Pertalite dengan harga saat ini, akan berdampak buruk bagi keuangan perseroan.

“Harga Pertalite harus dinaikkan. Apalagi harga jual BBM Pertamina masih berada di bawah harga BBM milik asing. Jika tidak, akan berdampak buruk karena memukul keuangan Pertamina. Dari tiap liternya, Pertamina menanggung kerugian terus-menerus. Ini tidak main-main,” ujar Ferdinand.

Dampak lain, jika merugi, tentu saja berpotensi mengurangi kontribusi Pertamina ke kas negara dan juga masyarakat.

Sebagai catatan, pada tahun lalu Pertamina menyumbang hampir Rp200 Triliun kepada keuangan negara.

Menurut Ferdinand, Pertamina memang harus menanggung beban atas penjualan Pertalite saat ini.

Sebab, biaya produksi sangat tinggi, tetapi menjual dengan harga di bawah keekonomian dengan selisih sangat besar, sekitar Rp3 ribu per liter.

Hal itu terjadi, karena harga sekarang masih dihitung dengan menggunakan ICP sekitar USD45. Sedangkan di sisi lain, harga minyak dunia terus naik, bahkan tergolong tertinggi, dengan dua kali melampaui harga ICP. 

Pertamina terus menjual Pertalite dengan harga saat ini, akan berdampak buruk bagi keuangan perseroan.