Cepat atau Lambat, Bisnis Batu Bara Akan Habis

Cepat atau Lambat, Bisnis Batu Bara Akan Habis
Ilustrasi. Foto: JawaPos.Com/JPNN

“Kalau Tiongkok buka keran impor, baru harga batu bara kita naik. Tapi ketika impor ditutup, ekonomi Kaltim bergejolak. Ini bahaya karena kita bergantung pada negara lain. Lebih baik memastikan perekonomian yang berkelanjutan dan mandiri,” tegas dia.

Selain itu, Merah mengatakan, pemprov bisa membuat kebijakan dengan mendorong pembangkit listrik alternatif.

Misalnya dengan pembangkit listrik tenaga sampah, tenaga surya, dan tenaga air yang cenderung ramah lingkungan.

“Pemprov harus memberi teladan dengan cara sebanyak 30 persen listrik di Kantor Gubernur menggunakan tenaga surya. Pemimpin mesti memberi contoh agar mendorong lain yang biar bisa berubah,” beber Merah. (hdd/lhl/k15/jos/jpnn)


SAMARINDA - Koordinator Jatamnas Merah Johansyah Ismail mengatakan, sudah saatnya Pemprov Kaltim meninggalkan batu bara yang merupakan ekonomi berumur


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News