Cerita Dubes RI Untuk Lebanon Tentang Cara Allah Melindungi WNI saat Ledakan

Cerita Dubes RI Untuk Lebanon Tentang Cara Allah Melindungi WNI saat Ledakan
Suasana yang memperlihatkan lokasi pascaledakan di daerah pelabuhan Beirut, Lebanon, Rabu (5/8). Foto: ANTARA FOTO/Reuters- Aziz Taher/hp

jpnn.com, BEIRUT - Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon Hajriyanto Y Tohari sangat bersyukur, semua WNI di Lebanon selamat dari ledakan dahsyat.

Dalam peristiwa ledakan Beirut itu, tidak ada korban dari Indonesia.

Seluruh WNI termasuk staf KBRI dinyatakan selamat dan dalam keadaan sehat.

“Sore itu, jam 18.00 waktu Beirut masih terang. Saya masih berada di lantai empat. Dan biasanya staf KBRI di jam-jam itu setelah selesai ngantor pergi hangout, cari makan atau minum kopi. Namun, sore itu ternyata semua tidak pergi ke mana-mana. Alhamdulillah, itu cara Allah melindungi kami semua,” ujarnya dalam bincang-bincang santai di acara RMOL World View, Jumat (7/8) malam.

Kekuatan ledakan yang oleh banyak pihak dikatakan setara dengan gempa berkekuatan 3,5 skala richter itu, terasa hingga radius 10 kilometer.

Sementara, kompleks KBRI terletak sekitar 8,3 kilometer dari lokasi ledakan.

Tidak ada kerusakan berarti yang menimpa gedung KBRI.

“Sementara bangunan lain yang jaraknya juga hampir sama, mengalami kerusakan parah hingga memakan korban. Namun, gedung KBRI tetapi tidak ada kerusakan berarti,” terang Hajriyanto.

Sehari sebelum ledakan Lebanon, ada perubahan jadwal penugasan KRI Sultan Hasanuddin.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News