Rabu, 17 Juli 2019 – 06:03 WIB

Cerita Ketua KPU Arief Budiman Mendapat Ancaman Akan Dibom

Kamis, 23 Mei 2019 – 13:05 WIB
Cerita Ketua KPU Arief Budiman Mendapat Ancaman Akan Dibom - JPNN.COM

Selama masa rekapitulasi, Arief dan para komisioner harus berjibaku dengan ratusan dokumen. Sebanyak 130 dokumen pilpres dan pileg DPR luar negeri, 34 dokumen pilpres dalam negeri, 80 dokumen pileg DPR dalam negeri, dan 34 dokumen pileg DPD. Artinya, secara keseluruhan, ada 274 dokumen yang harus dibacakan dan dibahas.

Karena rekapitulasi nasional baru bisa dimulai pada 4 Mei, berbagai strategi dijalankan agar tidak terlambat. Salah satunya, membuat dua panel rekapitulasi yang digarap secara paralel. Juga, menerapkan sistem simultan dalam rekapitulasi.

Kondisi tersebut memaksa para komisioner dan staf KPU bekerja keras. Mereka harus tampil prima dalam kondisi yang nyaris tanpa jeda. ’’Apalagi saat Ramadan, umumnya kami baru bisa tidur setelah subuh,’’ tutur pria asal Surabaya itu.

Ketika pleno diskors tengah malam, baru para personel di KPU bisa beristirahat. Atau beranjak pulang paling cepat satu sampai dua jam setelahnya. Padahal, paginya pleno harus dimulai lagi pukul 10.00.

Untuk menyiasati potensi kelelahan, Arief punya asupan khusus selama Ramadan. ’’Tiap sahur, saya konsumsi vitamin, kurma, dan madu,’’ ujarnya.

Kombinasi tiga suplemen itu, menurut dia, mampu membuatnya tetap fokus. Meskipun, dalam beberapa kesempatan, mantan komisioner KPU Jatim tersebut tetap tampak pucat.

Momentum bersama keluarga pun harus dikorbankan. Lagi-lagi, Arief punya cara. Beberapa kali sang istri, Imawati, dihadirkan ke KPU hanya untuk berbuka puasa.

Tentu bersama putra bungsunya yang belum genap berusia 50 hari, Tsabits Elhaq Budiman. ’’Jadi, anaknya Budiman yang menjaga kebenaran,’’ terangnya tentang nama si buah hati, lantas tersenyum.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar