Cerita Penyandang Disabilitas Tampil di Hadapan Risma dan Delegasi ASEAN dalam AHLF

Cerita Penyandang Disabilitas Tampil di Hadapan Risma dan Delegasi ASEAN dalam AHLF
Penari disabilitas Gusti Ayu Resia Iswaria yang tampil dalam opening ceremony The ASEAN High Level Forum ( AHLF ) on Enabling Disability - Inclusive Development and Partnership beyond 2025, di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (10/10). Foto: Ryana Aryadita/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Gusti Ayu Resia Iswaria tidak menyangka bisa menari di hadapan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dan para delegasi perwakilan dari negara-negara ASEAN.

Meski seorang penyandangan disabilitas, Resia tetap berlatih secara keras dan gigih sehingga bisa menjadi seorang penari.

Anak perempuan yang biasa disapa Gek Resia itu merupakan satu dari 10 penari yang tampil dalam opening ceremony The ASEAN High Level Forum ( AHLF ) on Enabling Disability - Inclusive Development and Partnership beyond 2025, di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (10/10).

Gek Resia dan 9 temannya menampilkan tarian dari Bali bersama sang guru Kadek Astini.

Dia mengaku sangat deg-degan saat akan menari di hadapan Mensos Risma dan para delegasi ASEAN. 

"Aku tadi tuh deg degan, aku apa ya rasanya deg-degan banget, rasanya mau jungkir balik,” ucap Resia senang.

Anak perempuan berusia 10 tahun itu sudah 6 tahun bergabung dengan sanggar Tari Bhakti Marga. Bergabungnya Reisa ke sanggar tersebut karena dirinya diajak oleh sang kakak.

Saat tiba di lokasi, Gek Resia kagum ketika melihat pelatih sanggar tari sedang melatih anak-anak yang hadir.

Gusti Ayu Resia dan Nita menjadi 2 dari ratusan penari disabilitas yang tampil dalam opening ceremony The AHLF on Enabling Disability - Inclusive Development

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News