Circular Economy, Saatnya Sampah Diubah jadi Energi

Circular Economy, Saatnya Sampah Diubah jadi Energi
Menteri LHK Siti Nurbaya dan Menteri Energi, Lingkungan dan Pembangunan Belgia, Marie Christine Marghem. Foto: Ist

jpnn.com, BRUSSEL - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) akan menjalin kerjasama dengan Belgia, dalam upaya mengubah sampah menjadi energi.

Hal ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, saat memenuhi undangan Menteri Energi, Lingkungan dan Pembangunan Belgia, Marie Christine Marghem,baru-baru ini.

''Saya sudah membicarakan dengan Menteri Energi dan Lingkungan Belgia, bahwa kita bisa melakukan kerjasama teknik dengan mengambil contoh kota Bogor, Makassar dan Balikpapan. Akan dilihat kembali untuk kota yang lainnya,'' ungkap Menteri Siti dalam rilis KLHK, Senin (26/3).

Didampingi Menteri Marghem dsn Dubes RI Brussels, Yuri Thamrin, Menteri Siti Nurbaya mengunjungi unit usaha pengolahan sampah Dufour di Tournai, yang terletak sekitar 63 kilometer dari Brussel.

Selain itu, dia juga mengunjungi Domaine De Graux, sebuah farm house keluarga geberasi ke-3 seluas sekitar 120 ha.

Dufour merupakan perusahaan keluarga yang didirikan pada awal 1920-an dan 1998 mendirikan pusat daur ulang dengan menerapkan prinsip Circular Economy.

Dengan karyawan sekitar 900 orang, per tahun pusat daur ulang ini mengolah sekitar 200.000 ton sampah.

Sekitar 92,5 persen sampah didaur ulang menjadi produk-produk daur ulang dan listrik.

Ada peluang bagus untuk Bank Sampah dalam melakukan tindak lanjut setelah pengumpulan sampah dari rumah tangga.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News