Covid-19 di Indonesia: Di Kota Lebih Ngeri dari Desa

Covid-19 di Indonesia: Di Kota Lebih Ngeri dari Desa
Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah. Foto: KOMBEN BNPB/Dume Sinaga

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah menyebut perkotaan lebih banyak daripada kabupaten, dalam menyumbang kasus coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Dewi dalam dikusi daring bertema 'Covid-19 Dalam Angka' yang disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia, Rabu (26/8).

"Ternyata memang benar penyumbang angka tertinggi kasus Covid-19 dari perkotaan," kata Dewi dalam diskusi daring.

Dalam catatan Satgas Penanganan Covid-19, perkotaan menyumbangkan 64,83 persen kasus Covid-19 di Indonesia.

Sisanya sebanyak 35,17 persen kasus Covid-19 ditemukan di kabupaten.

"Kalau melihat kasus konfirmasi positif, kota menyumbangkan 64,83 persen kasus Covid-19 di Indonesia, sedangkan sisanya ada di kabupaten," ucap Dewi.

Dewi menekankan, catatan Satgas Penanganan Covid-19 ini perlu menjadi perhatian bersama.

Terlebih lagi jumlah kota di Indonesia lebih sedikit dari kabupaten. Tercatat jumlah kota di Indoensia sebanyak 98, sedangkan kabupaten sebanyak 416. 

Menurut Bu Dewi, penyumbang angka tertinggi kasus Covid-19 di Indonesia berasal dari perkotaan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News