Cuaca Ekstrem, Sejumlah Nelayan Kupang Berhenti Melaut

Cuaca Ekstrem, Sejumlah Nelayan Kupang Berhenti Melaut
Ilustrasi - Kapal nelayan yang bermangkal di Pelabuhan Perikanan Tenau, Kota Kupang, NTT. (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Sebelumnya, Kepala Stasiun El Tari Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Agung Sudiono Abadi menyampaikan peringatan dini cuaca ekstrem akibat suspect area bibit siklon tropis yang muncul di Laut Arafuru dan Laut Timor.

Kemunculan suspect area ini terindikasi makin menguat dalam dua atau tiga hari ke depan, sehingga memberikan dampak tindak langsung terhadap cuaca ekstrem di NTT berupa hujan deras dan angin kencang di provinsi itu.

Menurutnya, kondisi ini juga berdampak pada angin kencang dan gelombang tinggi di laut sehingga membahayakan keselamatan pelayaran termasuk kapal-kapal nelayan.

Agung mengimbau masyarakat termasuk para nelayan agar tetap waspada supaya dampak kerugian akibat cuaca ekstrem bisa diminimalkan. 

Dia menyarankan masyarakat di NTT untuk terus memantau perkembangan informasi dan peringatan dini cuaca ekstrem BMKG melalui layanan informasi cuaca 24 jam Stasiun Meteorologi El Tari Kupang dengan nomor kontak (0380) 881613, WhatsApp 081139404264 atau mengakses aplikasi IOS dan android Info BMKG. (antara/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

Sejumlah nelayan di Kota Kupang saat ini berhenti melaut dan mengamankan kapal mereka akibat kondisi cuaca ekstrem yang tengah melanda NTT.


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News