Dada Kiri Ditembus Peluru Polisi, Pimpinan Perampok tak Bernapas Lagi

Dada Kiri Ditembus Peluru Polisi, Pimpinan Perampok tak Bernapas Lagi
Mayat. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

"Kami mendapatkan laporan Kamis sore (17/8) kemarin. Dari situ anggota gabungan berangkat menuju ke Kampung Sukabumi," ucapnya.

Donny menjelaskan, pelaku pertama yang berhasil ditangkap adalah Sujito di kediamannya di SP 2 Sukabumi. Tersangka terpaksa dilumpuhkan lantaran melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

"Pelaku mengaku dia dan ke lima orang teman lain di antaranya alm Agus, WT, dan 3 orang lainnya yang tidak dikenali melakukan aksi curas di Tiyuh Margokencono dengan dipimpin oleh almarhum," tuturnya.

Sujito, lanjut Donny, berperan memanggul kayu balok yang dipergunakan komplotan tersebut untuk mendobrak rumah korban.

Sedangkan almarhum Sungokong berperan sebagai pemimpin yang juga merekrut pelaku lainnya pada aksi tersebut.

Berdasarkan keterangan Sujito, tim gabungan bergerak menangkap Sungokong yang merupakan otak dari aksi perampokan tersebut. "Tersangka kita tangkap di SP3 Sukabumi, Pakuanratu," ungkapnya.

Namun saat akan ditangkap pelaku yang sedang mengendarai kendaraan roda dua jenis Revo hitam tersebut melarikan diri ke wilayah HTI Waykanan.

"Anggota melakukan pengejaran. Anggota sudah memberikan tembakan peringatan sebanyak lima kali, namun pelaku tetap tidak mau menyerahkan diri bahkan hendak menembak petugas, sehingga karena situasi dan keadaan yang sangat terdesak akhirnya pelaku ditembak oleh anggota di bagian dada sebelah kiri yang mengakibatkan pelaku meninggal dunia," paparnya.

Polisi terpaksa menembak Agus alias Sungokong (44), pimpinan komplotan perampok, hingga meregang nyawa. Sedang anak buahnya, Sujito (40), hanya pincang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News