Dahlan Iskan Kaget Ponpes Shiddiqiyyah Dikepung Polisi, Mas Bechi Jombang Menyerah

Dahlan Iskan Kaget Ponpes Shiddiqiyyah Dikepung Polisi, Mas Bechi Jombang Menyerah
Polisi saat melakukan upaya penangkapan paksa terhadap MSAT atau Mas Bechi, anak kiai di Jombang, Kamis (7/7). Foto: Dok. Pribadi Erwin untuk JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku terkejut ketika heboh Ponpes Shiddiqiyyah Ploso, Jombang, Jawa Timur (Jatim) dikepung ratusan polisi gabungan Polda Jatim.

Dahlan pun tahu pengepungan oleh polisi itu bukan lantaran ada teroris di ponpes tersebut, melainkan ingin menangkap satu orang, Mochamad Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi (42), tersangka kasus pencabulan santriwati.

"Sampai saya kaget ketika lagi di luar Jawa ini. Saya mendengar heboh-heboh itu: Pondok Shiddiqiyyah dikepung polisi," demikian dikutip dari tulisan berjudul Mas Bechi yang ditulis Dahlan Iskan yang tayang di kolom Disway, Minggu (10/7).

Dia menulis bahwa Mas Bechi dilaporkan melakukan kejahatan seksual kepada santriwati di pondok itu.

Ada yang menyebut korbannya lima wanita. Ada yang bilang jumlahnya lebih.

Ada pula yang bilang mereka melakukan hubungan seksual didasari agama, hanya saja tanpa administrasi dan saksi.

"Saya lagi di luar Jawa. Saya tidak bisa mengecek mana yang benar. Saya juga tidak mau percaya berita media begitu saja," lanjut pengusaha media itu.

"Kita lihat saja apa yang akan terjadi. Yang jelas kiai muda itu (Bechi, red) sudah menyerahkan diri ke polisi. Penggerebekan selesai," demikian dikutip dari tulisan Dahlan Iskan.

Dahlan Iskan mengaku kaget saat mendengar kabar Ponpes Shiddiqiyyah dikepung polisi demi mencari Mas Bechi Jombang, tersangka kasus pencabulan santriwati.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News