JPNN.com

Dahnil Jubir Prabowo Masih Ngotot DPT Siluman Adalah Fakta

Senin, 24 Juni 2019 – 21:58 WIB Dahnil Jubir Prabowo Masih Ngotot DPT Siluman Adalah Fakta - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, terdapat dugaan pemufakatan curang yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM) dalam proses Pemilu 2019. Bahkan, diduga terjadi dari hulu hingga hilir.

"Kami melihat ini ada permufakatan curang yang TSM mulai dari hulu sampai hilir. Kami gunakan pendekatan piramida yang paling dasar dan kuat, namanya Pasal 22 huruf (e) dari konstitusi dasar (UUD45) mengatakan, pemilu harus jurdil (jujur dan adil)," ujar Dahnil di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Senin (24/6)

Dahnil kemudian memaparkan dasar gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 yang mereka ajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK), yaitu pembuktian adanya dugaan pemilu tidak dilaksanakan secara jurdil.

"Makanya, MK tidak boleh punya paradigma sebagai mahkamah kalkulator. Paradigmanya harus konstitusional, substantif. Piramida dasarnya kami menggugat kejujuran dan keadilan yang absen," ucapnya.

BACA JUGA: DPT Dipersoalkan Kubu Prabowo, Mendagri: Tidak Ada Data Siluman

Dahnil meyakini, dugaan kecurangan yang TSM yang mereka dalilkan dalam gugatan, telah dibuktikan oleh tim hukum capres nomor urut 02 di persidangan. Salah satunya, Training Of Trainer (TOT) yang dilakukan kubu pasangan calon presiden nomor urut 01.

"Dalam training saksi 01 itu ada statement pengajaran yang menunjukkan ada pemufakatan curang," ucapnya.

Dahnil mengklaim, di persidangan beberapa waktu lalu juga terungkap bahwa dalam ToT yang diselenggarakan kubu pasangan calon presiden Jokowi Widodo-Ma'ruf Amin, ada penggunaan diksi dan narasi bahwa 'kecurangan bagian dari demokrasi' dan 'untuk apa aparat netral'.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...