Senin, 21 Mei 2018 – 15:41 WIB

Dari Air Ketuban Hingga Air Mata Ditampilkan di Museum Air Australia

Jumat, 09 Februari 2018 – 20:00 WIB
Dari Air Ketuban Hingga Air Mata Ditampilkan di Museum Air Australia - JPNN.COM

Seniman Inggris, Amy Sharrocks, bertanya dan masyarakat di Australia Barat menjawabnya.

Itu adalah permintaan yang aneh; tampung air mata Anda dalam botol, wadahi air dari alat penyiram, atau air lain yang memiliki makna dalam hidup Anda.

Kini, koleksi yang banyak dan tak biasa itu telah dipajang.

"Kami memiliki 319 botol air, air apapun, dalam botol apapun, yang telah diberikan kepada kami sepanjang tahun lalu," kata Sharrock.

"Kami memiliki air dari Bendungan Canning, air dari alat penyiram, dari seorang gadis muda yang mengatakan bahwa ia menginginkan air yang mengalir cepat sehingga ia berkeliling mencoba alat penyiran untuk menampungnya."

Ada juga kontribusi dari seorang perempuan yang mengoleksi cairan amnion saat ia melahirkan.

"Kami memiliki begitu banyak detail, saat-saat intim dari kehidupan orang-orang yang mereka bagi dengan kami."

Museum Air, dengan meja display bergelombang, dihadirkan di Pusat Seni Fremantle.
Museum Air, dengan meja display bergelombang, dihadirkan di Pusat Seni Fremantle.

ABC Radio Perth: Emma Wynne

Air itu penting

Dipajang di atas platform yang menyerupai riak atau ombak, koleksi tersebut merupakan karya seni dan catatan sejarah.

Koleksi itu akan diberikan ke Museum Australia Barat secara permanen setelah pertunjukan berakhir di Pusat Seni Fremantle.

Tapi mengapa Sharrocks, yang telah menciptakan apa yang disebut museum air di Inggris dan Belanda, ingin orang-orang memasukkan cairan dalam kehidupan sehari-hari mereka ke botol dan memajangnya?.

"Ini hal yang paling penting, kita tak bisa hidup tanpanya untuk waktu yang lama," ujarnya.

Skip Facebook

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

Skip Facebook Post

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

"Ini adalah metafora yang kita gunakan untuk berpikir sepanjang waktu. Kita mengatakan, ‘saya kehabisan ide’, atau kita bisa 'dibanjiri dengan emosi'.”

"Kita mengklaim koneksi ke air setiap harinya, tapi kita juga membuangnya, menginjaknya, menyiramnya, melindungi diri kita dari hal itu.”

"Saya ingin meminta orang untuk sedikit memikirkannya dengan lebih jelas."

Catatan beragam

Mendampingi setiap botol adalah penjelasan dengan tulisan tangan dari pendonor, menceritakan kisah di balik air itu.

"Beberapa cerita sangat menyedihkan dan memilukan dan ada juga yang lucu," kata Sharrock.

Seorang gadis remaja mengumpulkan sejumlah besar air mata yang ia tumpahkan saat bertengkar dengan ibunya.

Keduanya hampir tak pernah berbicara serius, kata gadis itu, jadi momen itu sangat spesial.

Sekelompok lima teman yang telah berenang bersama selama bertahun-tahun menaruh kacamata dan air dari kolam di lima toples gelas untuk merayakan waktu mereka bersama di air.

Seorang bidan membawa spesimen urin.

"Ia mengatakan, itu urin yang saya uji dan itu menceritakan segalanya tentang kesehatan ibu dan bayi," kata Sharrock.

Kacamata renang dan air kolam ini adalah simbol ikatan di antara 5 perenang.
Kacamata renang dan air kolam ini adalah simbol ikatan di antara 5 perenang.

ABC Radio Perth: Emma Wynne

Masa depan yang lebih kering

Tujuan museum ini adalah untuk mendorong orang memikirkan betapa pentingnya air dalam kehidupan mereka.

"Kita menghadapi masa depan yang lebih kering," kata Sharrock.

"Cape Town menuju hari tanpa air, air di Perth lebih dari 80 persen berasal dari tanaman desalinasi.”

"Kerentanan semacam itu ada di sini dan di seluruh dunia, itu adalah prospek mengerikan yang kita hadapi.”

"Rasanya sangat tepat untuk bertanya kepada orang apa pendapat mereka tentang air, untuk mempertimbangkan kembali berapa banyak kita membutuhkan air.”

Menciptakan museum ini di Perth, Sharrocks mengatakan bahwa ia telah diserang oleh perbedaan sikap terhadap air di negara yang rawan kekeringan.

"Anda benar-benar hebat di Australia Barat dalam menimbunnya, di dalam tangki hujan Anda, begitu banyak orang telah memberi tahu saya tentang ember dan pot yang mereka keluarkan.”

"Anda pandai mempertahankannya, tapi saya bertanya-tanya apakah kita semua bisa mendapatkan sedikit keuntungan dari kesadaran tentang bagaimana memperlengkapi diri kita untuk masa depan yang lebih kering ini."

Museum Air dipajang di Pusat Seni Fremantle sampai 23 Maret sebagai bagian dari Festival Seni Internasional Perth.

Air laut dan sebuah ranting dari Teluk Shoalwater
Air laut dan sebuah ranting dari Teluk Shoalwater; pendonornya punya kenangan bahagia akan masa kecilnya yang sering berenang di sana.

ABC Radio Perth: Emma Wynne

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

 
SHARES
Komentar