Dari Sembilan Kandidat Joko Driyono di Atas Angin

Dari Sembilan Kandidat Joko Driyono di Atas Angin
Dari Sembilan Kandidat Joko Driyono di Atas Angin

jpnn.com - KONGRES Luar Biasa (KLB) PSSI sudah berada di depan mata. Dari kongres yang bakal berlangsung di Surabaya, 18 April nanti itu, arah sepak bola ditentukan. Mau tambah mundur atau melangkah ke arah perbaikan. Untuk itu, nama yang terpilih sebagai ketua umum menjadi bagian terpenting melihat arah tersebut.         

Lantas siapa yang bakal terpilih? Ada sembilan nama calon yang bersaing merebut kursi ketua umum PSSI. Sembilan nama itu antara lain Achsanul Qosasih, Benhard Limbong, Subardi, La Nyalla Mattaliti, M. Zein, Djohar Arifin, Sarman Panggabean, Syarif Bastaman, dan Joko Driyono. 
         
Dari sembilan kandidat tersebut, nama Joko Driyono berada di atas angin. Pria yang kini duduk sebagai Sekjen PSSI itu disebut-sebut dijagokan oleh mayoritas pemegang hak suara dalam kongres. Tidak hanya itu, kalangan di luar PSSI juga condong ke Joko. Tidak terkecuali dari pemerintahan di bawah kendali Joko Widodo. 
        
"Pilihan paling logis ya Joko Driyono. Dia pun sudah menegaskan untuk berubah ke arah lebih baik dan siap menata kembali sepak bola Indonesia. Pemerintah pun merestuinya," ujar sumber Jawa Pos di lingkungan PSSI.
          
Selama ini Joko memang dikenal cakap dalam hal sepak bola. Hanya saja, dia berada dalam kubangan lumpur sehingga tidak jarang langkahnya menjadi tidak rasional. Tapi, di banding kandidat lainnya yang merupakan nama-nama lama di PSSI, pria asal Ngawi tersebut dipandang lebih baik. 
         
Calon lainnya yang maju ke bursa pemilihan ketua umum PSSI memang bagian dari wajah lama induk organisasi sepak bola nasional. Seperti Subardi, Achsanul, Limbong, M. Zein, dan Syarif Bastaman. Nama lainnya Djohar dan La Nyalla saat ini bahkan masih duduk sebagai ketua umum dan wakil ketua umum PSSI. 
         
"Nama-nama lainnya jauh lebih hebat. Saya ini kan hanya mengikuti angin," kata Joko. Pria yang juga CEO PT Liga Indonesia itu maju karena dorongan orang lain. Karena itupula, namanya lolos verifikasi paling akhir. "Terlalu dibesarkan kalau saya yang paling diunggulkan," sebutnya. 
          
Terpisah, Subardi menegaskan siap bersaing merebut kursi ketua umum. Pria asal Jogjakarta tersebut tidak sungkan untuk "menjegal" kawan-kawan lamanya di PSSI. Subardi menyebut sudah geregetan dengan kondisi sepak bola saat ini. "Saya memutuskan maju berarti saya juga sudah siap bersaing dan melakukan perbaikan," tegasnya. (fim/jpnn)


KONGRES Luar Biasa (KLB) PSSI sudah berada di depan mata. Dari kongres yang bakal berlangsung di Surabaya, 18 April nanti itu, arah sepak bola ditentukan.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News