Data Pelanggan Ponsel Bobol, BRTI Angkat Tangan

Data Pelanggan Ponsel Bobol, BRTI Angkat Tangan
Data Pelanggan Ponsel Bobol, BRTI Angkat Tangan
JAKARTA - Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Basuki Yusuf Iskandar, mengaku kesulitan menentukan pelaku pembobol data pelanggan pengguna telepon seluler. Pasalnya, pada pertemuan yang digelar antara BRTI dengan seluruh provider belum lama ini, tidak ada satupun pihak yang mengaku telah membocorkan data pelanggan.

"Masing-masing provider bilang kalau datanya tetap mereka pegang dan dijaga kerahasiaannya. Kebocoran diduga karena pihak lain misalnya bank penyedia fasilitas kartu kredit dan sebab lainnya," kata Basuki dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi I DPR RI dengan BRTI, Senin (21/2).

Namun jawaban BRTI ini mendapat sorotan tajam dari para legislator. Para politisi di Komisi I DPR tidak percaya jika provider mengaku tak membocorkan data.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Roy Suryo, mengutip sebuah iklan di media cetak dari sebuah rekanan provider yang mengaku punya pelanggan hingga 25 juta. "Di salah satu media cetak nasional jelas-jelas disebutkan kok kalau PT Bumi Karisma Indonesia memiliki 25 juta pelanggan telekomunikasi. Kalau bukan dari provider, dari siapa mereka bisa dapat?" kritik Roy.

JAKARTA - Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Basuki Yusuf Iskandar, mengaku kesulitan menentukan pelaku pembobol data pelanggan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News