Data Pelanggan Telekomunikasi di Australia akan Disimpan Dua Tahun

Data Pelanggan Telekomunikasi di Australia akan Disimpan Dua Tahun
Data Pelanggan Telekomunikasi di Australia akan Disimpan Dua Tahun

"Jika membaca RUU ini tampaknya metadata adalah apa yang ditentukan oleh pemerintah sendiri," katanya.

"Tidak ada kejelasan mengenai siapa yang memiliki akses terhadap metadata itu," tambah Prof Williams.

Namun menurut ICAC, kurangnhya detail dalam RUU justru dibutuhkan.

"Sebab hal itu akan memungkinkan adanya keleluasaan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi," kata Roy Waldon.

Kekhawatiran di kalangan masyarakat Australia saat ini bukan hanya mencakup data apa saja yang bisa diakses oleh polisi, intelijen serta komisi anti korupsi.

Selain itu, dikhawatirkan pula mengenai berapa sering mereka bisa mengakses data.

Prof Williams menyarakan perlunya pembatasan akses bagi pihak berwenang misalnya perlunya surat perintah pengadilan terlebih dahulu sebelum mereka bisa mengakses data pelanggan telekomunikasi.

Sebagai gambaran, pihak Kepolisian Negara Bagian Victoria di Melbourne mengajukan permintaan data pelanggan telekomunikasi sebanyak 63 ribu kali sepanjang tahun 2013/2014.

Undang-undang mengenai penyimpanan data telepon dan internet bagi seluruh pelanggan di Australia bisa membantu memberantas tindak kejahatan dan korupsi.Demikian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News