Demi Bawa Dangdut ke Unesco, PAMMI Ganti Nama
jpnn.com, JAKARTA - Persatuan Artis Musik Melayu-Dangdut Indonesia (PAMMI) secara resmi berganti nama menjadi Persatuan Artis Musik Dangdut (PAMDI).
Perubahan nama itu telah disepakati dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Artis Musik Melayu-Dangdut Indonesia (DPP-PAMMI) di Hotel Grand Tjokro, Jakarta Barat pada (11/12), lalu.
Munaslub itu dihadiri Dewan Pimpinan Daerah dari 21 provinsi, termasuk perwakilan PAMMI Amerika dan para pendiri organisasi yakni Bapak Eddie M. Nalapraya, Muchsin Alatas, dan Rhoma Irama.
Setelah ditetapkan sebagai WBTb provinsi DKI Jakarta oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, dangdut memang tengah gencar didaftarkan ke UNESCO.
Rhoma Irama mengungkapkan tujuan perubahan nama itu sehubungan dengan proses perjalanan dangdut menuju UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb).
"Kami tetapkan dalam rangka penyesuaian aktivitas musik dangdut ini," kata Rhoma saat ditemui seusai Munaslub, baru-baru ini.
Dia menilai dangdut termasuk genre musik yang sangat diminati di berbagai belahan dunia.
Oleh karena itu, sudah seharusnya dia mengupayakan genre ini terdaftar di UNESCO sebagai WBTb dari Indonesia.
Demi membawa genre dangdut terdaftar di Unesco, Persatuan Artis Musik Melayu-Dangdut Indonesia (PAMMI) mengganti nama.
- Tak Perlu ke Tailan, Keseruan Perang Air ala Festival Songkran Hadir di Little Siam PIK2
- Nana Mardiana Turun Gunung Perjuangkan Dangdut Indonesia Diakui UNESCO
- Lurus Mentok Belok Kanan, Liebie dan DJ Stroo Mengajak Bergoyang
- Google Doodle Bertema Dangdut Meriahkan Hari Musik Dunia 2026
- Dipercaya Dunia, Indonesia Terpilih Masuk ke Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO
- Pengembangan Wisata Pantai Sanglen Tetap Jaga Bentang Alam Batu Karst
JPNN.com




