JPNN.com

Demo Ribuan Mahasiswa di Riau Panas, 1 Polisi Terluka

Selasa, 06 Maret 2018 – 10:23 WIB Demo Ribuan Mahasiswa di Riau Panas, 1 Polisi Terluka - JPNN.com

jpnn.com, PEKANBARU - Ribuan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Riau menerobos gedung DPRD Riau di Jalan Sudirman, Senin (5/3) sekitar pukul 16.00 WIB.

Sebelum masuk, mahasiswa sempat bersitegang dengan aparat pengamanan di depan gerbang gedung. Karena kalah jumlah, pagar yang terbuat dari besi itu berhasil dijebol mahasiswa.

Tidak sampai di situ, mahasiswa yang berhasil masuk langsung menuju ruang rapat paripurna DPRD. Pintu utama ruangan sempat rusak. Lantaran mahasiswa membuka dengan cara paksa.

Dalam peristiwa yang berlangsung cepat itu sempat terjadi beberapa insiden. Salah seorang mahasiswa diamankan pihak kepolisian karena diduga menjadi provokator saat aksi.

Mahasiswa tersebut ditarik paksa oleh aparat. Kemudian dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa menuju Mapolresta Pekanbaru. Saat itu sempat terjadi kontak fisik ringan antara petugas dan mahasiswa. Karena beberapa orang mahasiswa tidak terima rekannya dibawa polisi. Dalam kejadian itu seorang aparat kepolisian juga terluka.

Insiden itu tidak berlangsung lama. Beberapa menit di dalam gedung DPRD, pintu ruang rapat paripurna yang sebelumnya terkunci berhasil dibuka mahasiswa. Seketika ruangan itu langsung penuh. Tidak ada seorang pun anggota dewan di sana. Karena sidang paripurna yang membahas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4/2015 Pasal 24 ayat (2) tentang pajak bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi selesai siang hari.

Di dalam ruang rapat paripurna, satu per satu perwakilan BEM melakukan orasi. Setelah itu mahasiswa melakukan sidang rakyat. Dalam sidang itu, sebanyak 65 mahasiswa menjadi wakil dari jumlah anggota DPRD. Kemudian mengesahkan pajak BBM nonsubsidi dari sepuluh persen menjadi lima persen.

Presiden BEM Universitas Riau (UR) Rinaldi Pare Pare mengatakan. tuntutan yang diminta mahasiswa sama dengan yang diminta pada kedatangan sebelumnya. Menurut dia, selama kurang lebih satu bulan DPRD mewacanakan revisi perda, belum satu pun ada progres yang signifikan. Padahal kondisi masyarakat Riau semakin terpuruk dengan harga pertalite yang mencapai Rp 8.000. "Coba bandingkan dengan Sumatera Barat. Di sana harga pertalite Rp 7.600. Kenapa di Riau bisa menjadi semahal ini," ungkap Rinaldi kepada Riau Pos.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...