JPNN.com

Demokrat Beber Hasil Investigasi soal Artikel Asia Sentinel

Minggu, 11 November 2018 – 22:00 WIB
Demokrat Beber Hasil Investigasi soal Artikel Asia Sentinel - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Partai Demokrat (PD) membeberkan hasil investigasinya tentang The Asia Sentinel yang sempat mengunggah artikel berjudul Indonesia’s SBY Government: ‘Vast Criminal Conspiracy' pada September lalu. Sekretaris Jenderal PD Hinca Panjaitan memimpin langsung tim investigasi untuk menelisik Asia Sentinel.

Hinca menuturkan, penyelidikan tentang Asia Sentinel dan artikelnya yang menghebohkan itu menjangkau tiga negara. Yakni Hong Kong, Amerika Serikat (AS) dan Mauritius.

Penyelidikan tim investigasi PD selama 60 hari mengungkap pemberitaan itu bersumber dari gugatan perusahaan Mauritius Weston International Capital Limited atas Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan J Trust soal penjualan Bank Mutiara. "Pemberitaan Asia Sentinal yang merujuk gugatan sengketa perdata murni dengan menyebut Presiden SBY dan Partai Demokrat terlibat kejahatan korupsi adalah fitnah," ujar Hinca pada acara pembekalan calon anggota legislatif (caleg) PD di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (11/11).

Hinca menyebut pemberitaan di Asia Sentinel yang mengangkat kasus Bank Century telah menyudutkan Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono. Sayangnya, kata Hinca, beberapa media nasional terpancing memublikasikannya.

"Hari ini kami anggap kasus Bank Century selesai. Karena sering sekali sudah usai, tapi masih ada yang goreng. Apabila ada yang masih gorengnya, Demokrat akan ambil langkah hukum," katanya.

Menurut Hinca, artikel di Asia Sentinel yang dikutip media-media tanah air itu membuat citra PD terpuruk. Bahkan, katanya, isu Demokrat terlibat kasus Bank Century masih sering muncul di media sosial.

"Doktrin sesat tertanam di rakyat kalau Partai Demokrat itu partai korupsi. Kami sampaikan hari ini bahwa tidak benar," tegasnya.

Menurutnya, fitnah itu jelas mengancam praktik demokrasi. Karena itu PD akan bertindak jika ada pihak yang terus menyudutkannya dengan fitnah.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ara