Demokrat Klaim SBY Sudah Selesaikan Masalah Honorer
jpnn.com, JAKARTA - Pernyataan Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi yang membawa-bawa nama Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait masalah guru honorer, direspons oleh Ketua Komisi X DPR Djoko Udjianto.
Dalam pernyataannya, Unifah mengajak seluruh elite politik tidak menggiring guru honorer ke politik. Sebab, pemerintah hanya menjalankan aturan main sesuai UU Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan produk pemerintahan SBY.
Nah, Djoko menyatakan bahwa sebagai kepala negara masa itu, SBY telah berbuat banyak untuk guru honorer. Seharusnya kalau masih ada persoalan dengan honorer, itu diselesaikan oleh pemerintahan setelah SBY, yakni Presiden Joko Widodo.
"Pak SBY itu presiden keenam, beliau sudah menyelesaikan masalah honorer pada saat memerintah sampai 2014. Tentunya tongkat estafet penyelesaian ini harus diselesaikan pemerintah berikutnya," kata Djoko kepada JPNN, Selasa (11/12).
Bagi legislator Partai Demokrat asal Jawa Tengah ini, SBY telah menorehkan satu prestasi luar biasa untuk honorer. Sebab, di era pemerintahannya lebiih dari 1 juta honorer diagkat menjadi PNS.
"Era Pak SBY sudah lebih satu juta honorer diangkat jadi PNS. Jadi tidak usah dipolitisasi lagi," tandas Djoko.(fat/jpnn)
Pernyataan Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi yang membawa-bawa nama SBY terkait masalah guru honorer mendapat respons dari Demokrat
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- Penjelasan Dirjen GTK soal SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026, Guru Honorer Bisa Lega
- Anggota DPRD Jabar Ratnawati Raih Penghargaan Kartini CNN Indonesia
- Guru Honorer Hanya Sampai Akhir 2026, Pemkot Bandung Cari Skema Baru
- 5 Berita Terpopuler: Mohon Maaf, Honorer Non-Database Tak Terangkut PPPK & P3K PW, Cek SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026
- Alhamdulillah, 3.144 Guru Honorer di Bandung Akhirnya Terima Gaji, Buruan Dicek
- SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026: Penugasan Guru Honorer Sampai 31 Desember, Ada Syaratnya
JPNN.com




