Desa Wadas Purworejo Mencekam, Warga Bentrok dengan Polisi, Batu Beterbangan

Desa Wadas Purworejo Mencekam, Warga Bentrok dengan Polisi, Batu Beterbangan
Pohon sengaja ditebang untuk menghalangi jalan ke Balai Desa Wadas, Jumat (23/4), sebagai bentuk penolakan rencana sosialisasi dalam rangka inventarisasi dan identifikasi bidang tanah untuk pembangunan Bendungan Bener. Foto: ANTARA/HO-Polres Purworejo

Peristiwa tersebut menyebabkan sosialisasi batal, kemudian pindah ke aula Kantor Kecamatan Bener.

Sejumlah warga yang mendapat undangan sosialisasi, dijemput dan diantar oleh anggota Polres Purworejo.

"Kami mendapat laporan terjadi penutupan jalan di Desa Wadas, kemudian kami bersama Brimob Kutoarjo dan anggota Kodim 0708 mendatangi lokasi untuk membuka jalan itu," kata AKBP Rizal.

Dia menjelaskan bahwa jalan yang ditutup oleh warga merupakan jalan umum dan jalan kabupaten yang melintasi Desa Wadas. Oleh karena itu, petugas perlu membuka akses jalan demi kepentingan umum.

Menurut dia, polisi telah melakukan imbauan berulangkali kepada warga. Namun, mereka tidak mengindahkan peringatan dan imbauan.

Ratusan orang, baik laki-laki maupun perempuan, yang tergabung dalam organisasi Gempadewa dan Wadon Wadas tetap bertahan dengan duduk mengadang petugas.

"Lantaran imbauan petugas tidak dihiraukan, petugas pun terpaksa membuka blokade jalan, kemudian membubarkan warga," katanya.

Dalam pembubaran itu, bentrok pun tidak bisa dielakkan. Sejumlah warga melempari petugas dengan batu. Petugas lantas membalas dengan tembakan gas air mata.

Bentrok warga dengan polisi saat sosialisasi quarry Bendungan Bener di Desa Wadas Purworejo.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News