Desak Polisi Usut Pencegat dan Pelempar Batu ke Suporter PSIM

Desak Polisi Usut Pencegat dan Pelempar Batu ke Suporter PSIM
Desak Polisi Usut Pencegat dan Pelempar Batu ke Suporter PSIM

“Kami punya tata krama, sebelum berangkat sudah koordinasi dengan kepolisian Sleman hingga Magelang, termasuk ke Slemania dan BCS,” terangnya.

Bahkan, lanjut dia, perjalanan dari Jombor hingga Mlati dijemput oleh BCS dan berjalan kondusif. Namun demikian saat memasuki Jalan Magelang Km 13 di wilayah Murangan atau di selatan RSUD Sleman, mulai mendapat gangguan lemparan batu. Diakui, rombongan sempat membalas lemparan batu tersebut untuk membela diri, sebelum melanjutkan perjalanan ke Magelang. Terkait isu penjarahan, Mamex membantahnya.

“Tidak ada penjarahan. Saat itu berhenti karena dilempari dan segera melanjutkan perjalanan,” terangnya.

Begitu pula saat perjalanan pulang, pihaknya sengaja memilih jalur Magelang-Purworejo-Wates, karena di Jalan Magelang sudah dicegat ribuan orang.

“Ternyata di Jalan Wates juga masih dilempari batu,” ujar Mamex yang mengaku baru sampai Jogja pukul 03.00 WIB.

Brajamusti sendiri saat ini membuka posko pengaduan sambil terus mendata jumlah korban. Dirinya mengaku belum memiliki data pasti berapa jumlah anggotanya yang menjadi korban dan kerusakan kendaraan bermotor. Sedangkan untuk komunikasi dengan Slemania maupun BCS, diakui belum dilakukan.

“Sekarang kami masih fokus pada pendataan internal dulu,” jelasnya.

Ketua Umum Slemania Lilik Yulianto mengaku prihatin atas peristiwa yang terjadi di Jalan Magelang Jumat (13/3). Padahal menjelang memasuki kompetisi divisi utama, pihaknya berencana melakukan konsolidasi antarsuporter sebagai upaya menciptakan suasana kondusif dan menghentikan permusuhan.

JOGJA – Manajemen PSIM Jogja menyayangkan keributan antara suporter PSIM dengan warga di beberapa lokasi di Sleman, Jumat (13/3). PSIM meminta

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News